Tak Merestui Semua Tambahan Anggaran, Purbaya Ungkit soal 'Bangkrut'
jpnn.com, JAKARTA - Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan tak semua usulan tambahan anggaran belanja Kementerian dan Lembaga (K/L) sebesar Rp 900 triliun untuk 2027 disetujui.
Langkah tersebut diambil guna memastikan kesehatan fiskal negara tetap terjaga dan terhindar dari risiko kebangkrutan.
Pemerintah berkomitmen untuk menjaga defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2027 agar tidak melampaui batas aman yang telah ditetapkan.
Jika seluruh permintaan anggaran Jumbo tersebut direstui, angka defisit dikhawatirkan akan membengkak dan melampaui aturan batas maksimal 3 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB).
Kementerian Keuangan akan tetap mengacu pada rancangan awal bersama DPR yang mematok target defisit pada kisaran 1,8 hingga 2,4 persen PDB.
"Ada yang disetujui, tetapi enggak semua. Kalau enggak bangkrut dong. Kalau enggak kan lewat tiga persen (defisit)," ujar Purbaya di Sudirman, Jakarta Selatan, Senin (4/8).
Purbaya memastikan pemilihan usulan anggaran yang akan disahkan bakal melalui proses penyaringan yang sangat ketat berdasarkan prioritas negara.
Kementerian Keuangan saat ini terus berupaya menjaga kedisiplinan fiskal agar tetap sinkron dengan target pembangunan nasional.
Menkeu Purbaya menegaskan tak semua usulan tambahan anggaran belanja Kementerian dan Lembaga (K/L) sebesar Rp 900 triliun untuk tahun 2027 disetujui.
- Purbaya Sebut Program Pembukaan Rekening Massal Tidak pada 2026
- Puan Minta Pemerintah Kasih Pendampingan ke Keluarga Jurnalis yang Hilang Kontak
- Purbaya Rombak 50 Pegawai Eselon III Kemenkeu, Ada Apa?
- Penerimaan Pajak Tumbuh 23,7% Per Juli 2026, Purbaya Ungkap Strategi Pemerintah
- Purbaya Optimalkan Sistem INSW 2026 Menggunakan Tenaga AI
- Strategi Purbaya Agar APBN Tetap Sehat di Tengah Kenaikan Harga Minyak Dunia
JPNN.com




