Takeda Investasi Rp 539 Miliar untuk Bank Plasma, Ditargetkan Beroperasi 2027
jpnn.com - Perusahaan biofarmasi Takeda akan menginvestasikan dana hingga USD30 juta atau sekitar Rp 539 miliar untuk membangun ekosistem produk obat derivat plasma di Indonesia. Bank plasma pertama ditargetkan mulai beroperasi pada 2027.
Investasi tahap awal tersebut akan dilakukan selama dua tahun dan mencakup pembangunan sejumlah bank plasma. Rencana itu menjadi bagian dari kemitraan strategis antara Takeda dan Pemerintah Indonesia yang melibatkan Kementerian Kesehatan, Kementerian Investasi dan Hilirisasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal, serta Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian.
"Kemitraan ini merupakan bagian dari komitmen perusahaan untuk memperluas akses masyarakat terhadap PODP sekaligus mendukung pembangunan ekosistem plasma yang berkelanjutan di Indonesia," kata President of Plasma-Derived Therapies Takeda Ramy Riad dalam keterangan resminya dikutip Jumat (17/7).
Takeda juga berharap pengalaman globalnya dapat membantu Indonesia meningkatkan layanan kesehatan dan memperkuat ketersediaan pengobatan yang dibutuhkan pasien.
Dia menyebutkan, inisiatif jangka panjang tersebut merupakan yang pertama di Asia Tenggara. Program ini berfokus pada pembangunan sistem pengumpulan plasma berkualitas tinggi secara berkelanjutan serta pengembangan kemampuan manufaktur PODP dalam skala besar.
Investasi ini juga sejalan dengan permintaan global terhadap PODP terus meningkat. Sayangnya, sejumlah negara di Asia Tenggara, termasuk Indonesia, masih menghadapi tantangan dalam memastikan ketersediaan produk tersebut.
"Rendahnya tingkat diagnosis dan terbatasnya pemahaman mengenai penyakit yang dapat ditangani menggunakan PODP turut menjadi hambatan," ucapnya.
Melalui kemitraan ini, pemerintah dan Takeda menargetkan terbentuknya pasokan plasma dan PODP yang lebih andal bagi pasien Indonesia. Program tersebut juga diharapkan meningkatkan kesadaran masyarakat, kapabilitas industri lokal, dan kualitas pelayanan pasien di kawasan Asia Tenggara.
Perusahaan biofarmasi Takeda akan menginvestasikan dana hingga USD30 juta atau Rp 539 miliar untuk membangun ekosistem produk obat derivat plasma di RI.
- ATI Dorong Model Pembiayaan Baru Jalan Tol, Kepastian Investasi Perlu Diperkuat
- JustMarkets: Perak Layak Dilirik sebagai Instrumen Investasi
- Danantara Berperan sebagai Enabler dengan Memperkuat Ekosistem Industri
- Lewat Inovasi Digital, BNI Dorong Gaya Hidup Sehat Masyarakat
- ATM Emas Hadir di Palembang, Pegadaian Bidik Pertumbuhan Nasabah Investasi Emas
- Tren Baru Investor Ritel: 1 dari 5 Investor Baru Pluang Lirik Saham Global
JPNN.com




