Takeda Investasi Rp 539 Miliar untuk Bank Plasma, Ditargetkan Beroperasi 2027
Takeda yang beroperasi di Indonesia sejak 1971 selama ini telah menjalankan kegiatan di sejumlah bidang kesehatan, antara lain onkologi, gastroenterologi, penyakit langka, vaksin, terapi berbasis plasma, dan layanan kesehatan konsumen.
Rincian investasi dua tahun, rencana pembangunan beberapa bank plasma, peluang transfer pengetahuan, serta kajian fasilitas manufaktur. Target operasional fasilitas pertama pada 2027 dan mekanisme pemrosesan sementara melalui jaringan global Takeda juga dinyatakan secara eksplisit.
Kemitraan tersebut juga diarahkan untuk memperkuat ketahanan kesehatan nasional, mengembangkan industri biofarmasi, dan memperluas akses masyarakat terhadap produk obat derivat plasma atau PODP.
Proyek ini terealisasi setelah Kementerian Kesehatan menetapkan Takeda sebagai industri farmasi yang dapat menyelenggarakan fraksionasi plasma untuk memproduksi PODP.
Penetapan tersebut memungkinkan perusahaan melakukan pengumpulan plasma dan proses fraksionasi secara bertahap.
Program ini akan menjadi bagian dari pembangunan ekosistem industri plasma nasional dari hulu hingga hilir.
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menyebutkan kemitraan ini mencerminkan komitmen pemerintah dalam membangun industri strategis di sektor kesehatan. Menurutnya, kerja sama dengan Takeda diharapkan dapat memperkuat sistem kesehatan nasional sekaligus meningkatkan kesiapan Indonesia menghadapi berbagai tantangan kesehatan pada masa mendatang.
Sementara itu, Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM Rosan P. Roeslani menyebut investasi tersebut tidak hanya membawa modal baru, tetapi juga berpotensi mendorong transfer teknologi, pengembangan sumber daya manusia, dan penciptaan lapangan kerja.
Perusahaan biofarmasi Takeda akan menginvestasikan dana hingga USD30 juta atau Rp 539 miliar untuk membangun ekosistem produk obat derivat plasma di RI.
- Ini Rekomendasi Pakaian Lindungi Kulit dari Abu Vulkanik
- BINUS HealthTech Festival 2026 Dorong Inovasi Teknologi untuk Layanan Kesehatan
- Kolaborasi RMIT & Mandaya Hospital Dorong Inovasi Kesehatan di Indonesia
- Ungkit Prioritas Kesehatan, DPR Sarankan Pemda Terdampak Karhutla Bikin Opsi PJJ
- Sekjen DPD: Kesehatan Pegawai adalah Investasi Institusi
- Muhammadiyah Kenalkan Congklak dan Teknologi Kesehatan di Science Fair London
JPNN.com




