Takeda Investasi Rp 539 Miliar untuk Bank Plasma, Ditargetkan Beroperasi 2027
Pemerintah berharap program tersebut dapat memperkuat posisi Indonesia sebagai pusat regional untuk inovasi kesehatan dan manufaktur obat berteknologi maju.
Seluruh fasilitas direncanakan menerapkan standar mutu dan regulasi internasional dengan memanfaatkan pengalaman Takeda dalam pengelolaan donor plasma. Bank plasma pertama yang ditargetkan beroperasi pada 2027 akan menjadi bagian dari jaringan bank plasma BioLife milik Takeda.
Selama fasilitas fraksionasi plasma di Indonesia masih dalam tahap pengkajian, plasma yang dikumpulkan akan diproses melalui jaringan manufaktur global Takeda. Pemenuhan kebutuhan PODP untuk pasien di Indonesia tetap akan menjadi prioritas sesuai ketentuan yang berlaku.(esy/jpnn)
Perusahaan biofarmasi Takeda akan menginvestasikan dana hingga USD30 juta atau Rp 539 miliar untuk membangun ekosistem produk obat derivat plasma di RI.
Redaktur : M. Fathra Nazrul Islam
Reporter : Mesyia Muhammad
- BINUS HealthTech Festival 2026 Dorong Inovasi Teknologi untuk Layanan Kesehatan
- Kolaborasi RMIT & Mandaya Hospital Dorong Inovasi Kesehatan di Indonesia
- Ungkit Prioritas Kesehatan, DPR Sarankan Pemda Terdampak Karhutla Bikin Opsi PJJ
- Sekjen DPD: Kesehatan Pegawai adalah Investasi Institusi
- Muhammadiyah Kenalkan Congklak dan Teknologi Kesehatan di Science Fair London
- Celios Mendesak Pemerintah Tetapkan Bencana Nasional Karhutla 2026
JPNN.com




