Takut Meledak, Kembali ke Mitan

Takut Meledak, Kembali ke Mitan
Takut Meledak, Kembali ke Mitan
BANYUWANGI - Santernya pemberitaan di media massa tentang berbagai peristiwa kecelakaan yang diakibatkan oleh meledaknya gas dari tabung 3 kilogram, ternyata, sedikit banyak berdampak pada penurunan permintaan dari konsumen untuk tabung 3 kilogram tersebut.

Seperti diungkapkan oleh Sukarsih, 37, warga Jalan Argopuro, Kelurahan Sukowidi, Kecamatan Kalipuro . Pemilik toko yang juga merupakan pengecer gas elpiji ukuran 3 kilogram sekaligus pengecer minyak tanah, ini menyatakan, sejak sekitar dua minggu terakhir, permintaan gas elpiji ukuran 3 kilogram cenderung menurun. Padahal, dia sudah menurunkan harga jual dari Rp 13 ribu per-tabung, menjadi Rp 12 ribu per-tabung. "Penurunan pembelian elpiji sudah terjadi sekitar dua minggu terakhir. Saat ini, penurunan tingkat pembelian dari konsumen mencapai lima puluh persen," ucap Sukarsih.

Sukarsih menjelaskan, penurunan permintaan elpiji ukuran tiga kilogram tersebut diakibatkan oleh banyaknya warga kembali beralih menggunakan minyak tanah untuk keperluan memasak setiap sehari-hari. "Banyak pembeli yang kembali menggunakan minyak tanah untuk memasak. Mereka mengaku takut menggunakan gas elpiji dengan ukuran tabung tiga kilogram. Sebab, mereka sering mendengar berita meledaknya tabung tiga kilogram itu,"ujarnya.

Bahkan, sejak sekitar seminggu yang lalu, Sukarsih sendiri juga beralih menggunakan minyak tanah. Padahal, menurut Sukarsih, jika memasak menggunakan elpiji, biayanya jauh lebih hemat. Tetapi dia tetap memilih menggunakan minyak tanah untuk memasak, sebab dia khawatir kejadian meledaknya tabung gas, juga terjadi padanya.

BANYUWANGI - Santernya pemberitaan di media massa tentang berbagai peristiwa kecelakaan yang diakibatkan oleh meledaknya gas dari tabung 3 kilogram,

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News