Tanah Papua Menjadi Medan Tempur Baru Dua Raksasa Global
Oleh: Laurens Ikinia - Peneliti di Institute of Pacific Studies dan Dosen Hubungan Internasional UKI, Jakarta
Oleh karena itu, stabilitas internal adalah pertahanan terdepan. Pemerintah harus memperkuat komitmen untuk menyelesaikan akar permasalahan di Tanah Papua melalui dialog inklusif yang melibatkan semua pihak, mempercepat dan memantapkan implementasi Otonomi Khusus (Otsus) yang bermakna dan efektif serta secara konsisten menghormati hak-hak dan martabat Orang Asli Papua.
Legitimasi pemerintah di mata rakyat Papua adalah tameng terkuat terhadap upaya penyusupan pengaruh asing.
Dengan menerapkan kelima langkah strategis ini secara konsisten dan terkoordinasi, Indonesia, di bawah komando Presiden Prabowo, tidak hanya dapat mengelola risiko geopolitik di wilayahnya, tetapi juga mengubah tantangan menjadi peluang untuk memperkuat kedaulatan, memajukan kesejahteraan di Tanah Papua, dan menegaskan kepemimpinannya sebagai kekuatan stabilisator di kawasan Pasifik.(***)
Pulau Papua adalah wilayah dengan geografi strategis yang sangat besar, kekayaan sumber daya yang berlimpah, dan realitas politik domestik yang kompleks.
Redaktur & Reporter : Friederich Batari
- Mengakhiri Perang Suku di Papua
- Ribka Haluk Bantah Pemotongan Dana Otsus Papua, Begini Faktanya
- Heboh Pembubaran Nobar Film Pesta Babi, Menko Yusril Singgung Proyek Era Jokowi
- Soroti Polemik Film Pesta Babi, Prof. Sam'un Ajak Publik Melihat Papua Secara Utuh
- Rusdin Tahir: Papua Harus Dilihat Secara Utuh, Tidak Parsial
- Ketum AIT Menyoroti Komentar Novel Baswedan Soal Film 'Pesta Babi'
JPNN.com




