Tanah Papua Menjadi Medan Tempur Baru Dua Raksasa Global
Oleh: Laurens Ikinia - Peneliti di Institute of Pacific Studies dan Dosen Hubungan Internasional UKI, Jakarta
Rilis U.S. National Security Strategy pada November 2025 di bawah pemerintahan Trump menandakan penyesuaian ulang yang mendalam dalam sikap Amerika.
Sambil menegaskan kembali kompetisi strategis dengan Tiongkok sebagai perhatian utama, dokumen tiga puluh tiga halaman tersebut membingkai ulang persaingan ini terutama dalam istilah ekonomi dan pragmatis, dengan sengaja mengurangi penekanan pada konfrontasi ideologis.
Nada baru ini menganut fokus transaksional pada pertumbuhan Amerika, kedaulatan rantai pasokan, dan keutamaan domestik.
Prioritas utamanya tidak ambigu: kekuatan Amerika, diukur dalam lapangan kerja, kapasitas industri, dan keamanan nasional. Akibatnya, keterlibatan asing semakin diteliti melalui lensa manfaat langsung dan nyata bagi penduduk Amerika.
Filosofi ini mewujud dalam inisiatif konkret seperti the Pacific Deterrence Initiative (PDI), komitmen jangka panjang untuk memperkuat infrastruktur dan kapasitas militer regional, dan dalam jaringan perjanjian penegakan hukum maritim bilateral "ship rider" yang semakin berkembang yang dirancang untuk memerangi penangkapan ikan dan perdagangan ilegal.
Namun, penekanannya telah bergeser secara nyata. Era komitmen aliansi terbuka yang digerakkan “nilai-nilai” mulai digantikan oleh kesepakatan keamanan dan ekonomi yang bersifat diskrit dan berorientasi pada hasil.
Pendekatan ini menawarkan kejelasan dalam tujuannya tetapi menyuntikkan tingkat ketidakpastian mengenai keteguhan hati Amerika jangka panjang.
Sebaliknya, pendekatan Tiongkok, yang paling baru diartikulasikan pada Pertemuan Tingkat Menteri Luar Negeri Negara-Negara Kepulauan Pasifik–Tiongkok Ketiga pada Mei 2025, adalah keterlibatan yang holistik, sabar, dan konsisten terbingkai.
Pulau Papua adalah wilayah dengan geografi strategis yang sangat besar, kekayaan sumber daya yang berlimpah, dan realitas politik domestik yang kompleks.
- Di Rakorwil PSI Papua Selatan, Kaesang Sebut Paskalis Imadawa Layak Jadi Gubernur
- KAPPI Dorong Storytelling sebagai Strategi Memperkenalkan Kopi Indonesia
- TelkomGroup Resmikan Kabel Laut Pukpuk: Jembatan Digital Pertama yang Hubungkan RI-PNG
- Pangkogabwilhan III Ungkap Capaian Operasi Papua: Sita Puluhan Senjata dan Lumpuhkan Aktor Teror
- Selamat, Kanwilsus Bea Cukai Papua Sabet Penghargaan di Ajang Pesta Papeda 2026
- Hadiri Rakorwil PSI, Kaesang Tegaskan Papua Pegunungan Harus Semaju Daerah Lain
JPNN.com




