Tanggapi Kritik The Economist, Purbaya: Seharusnya Mereka Puji-Puji Indonesia
jpnn.com, JAKARTA - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menanggapi kritik The Economist terkait dua program prioritas Kabinet Merah Putih, yakni Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih.
Menurut dia, The Economist seharusnya memuji Indonesia lantaran masih dapat menjaga defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) di bawah 3 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB).
Angka tersebut masih dalam batas aman dari yang ditetapkan Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2003 Keuangan Negara. Pada 2025, defisit APBN hanya sebesar 2,92 persen.
“Kan (defisit) fiskal kita bisa dikendalikan di bawah 3 persen dari PDB,” ucap Purbaya di Lanud Halim Perdana Kusumah, Jakarta Timur, pada Senin (18/5).
Purbaya memastikan pemerintah sudah menghitung defisit yang harus ditanggung keuangan negara terkait dua program itu.
“Sekarang pun kita hitung defisitnya berapa,” kata dia.
Eks Direktur Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) itu pun menyarankan The Economist untuk menyoroti kebijakan fiskal negara-negara lain.
Dia menyindir, banyak negara di Eropa yang memiliki tingkat defisit tinggi dan posisi utang hampir menyentuh 100 persen dari PDB.
Menurut dia, The Economist seharusnya memuji Indonesia lantaran masih dapat menjaga defisit APBN di bawah 3 Persen dari PDB
- Realisasi APBN Mei 2026 Positif, Defisit Meningkat Tipis
- Presiden Menambal Biaya Dinas LN Pakai Uang Pribadi, Purbaya: Enggak Ada Aturannya
- Purbaya Jawab Soal Isu Mengundurkan Diri dari Jabatan Menkeu
- Istana Tegaskan Tidak Ada Rencana Mengganti Menkeu Purbaya
- Menkeu Purbaya Merespons Anjloknya IHSG, Jamin Bakal Naik Lagi
- PT DSI Resmi Beroperasi Hari Ini, Berapa Potensi Penerimaan Negara?
JPNN.com




