Tanggapi Kritik The Economist, Purbaya: Seharusnya Mereka Puji-Puji Indonesia

Tanggapi Kritik The Economist, Purbaya: Seharusnya Mereka Puji-Puji Indonesia
Menteri Keuangan RI Purbaya Yudhi Sadewa soal defisit APBN. Foto: Ricardo/jpnn

“Jadi, kalau The Economist memandang kebijakan fiskal kita berantakan, mereka suruh liat deh kebijakan-kebijakan negara Eropa berapa defisitnya, utangnya berapa. Itu mendekati 100 persen semua loh dari PDB,” tuturnya.

Bahkan media asing itu disebut seharusnya memuji Indonesia karena tingkat defisit yang masih terjaga di bawah 3 persen dari PDB, dan posisi utang pemerintah di angka 40,75 persen dari PDB per akhir Mei 2026.

“(Utang pemerintah) kita masih 40 persen (dari PDB). Kita masih bagus. Harusnya The Economist muji kita,” tegas Purbaya.

Sebagai informasi, dalam laporan The Economist dengan judul “Indonesia’s president is jeopardising the economy and democracy”, The Economist mengatakan MBG dan pembangunan 80 ribu jaringan Kopdes Merah Putih mengeluarkan banyak anggaran negara.

Duo program andalan Presiden Prabowo itu menelan biaya setidaknya Rp 320 triliun atau 18 miliar US Dolar tahun ini, setara dengan 10 persen dari target pendapatan negara. (mcr4/jpnn)

Menurut dia, The Economist seharusnya memuji Indonesia lantaran masih dapat menjaga defisit APBN di bawah 3 Persen dari PDB


Redaktur : Budianto Hutahaean
Reporter : Ryana Aryadita Umasugi

JPNN.com WhatsApp

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News