Tanggapi Rencana Penyeragaman Kemasan Rokok dan Vape, Ekonom: Produk Ilegal Makin Sulit Dibendung
jpnn.com, JAKARTA - Rencana penyeragaman kemasan produk tembakau dan rokok elektronik dalam Rancangan Peraturan Menteri Kesehatan (RPMK) menuai perhatian dari kalangan ekonom dan pelaku industri.
Kebijakan tersebut dinilai tidak hanya berkaitan dengan tampilan produk, tetapi juga berpotensi memengaruhi pengawasan terhadap peredaran barang ilegal.
Ekonom Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Esther Sri Astuti mengatakan kemasan yang seragam dapat membuat produk lebih mudah dipalsukan.
"Dampak negatifnya, kemasan yang seragam akan mempermudah pemalsuan sehingga peredaran produk tanpa pita cukai resmi bisa meningkat,” kata Esther, dikutip Rabu (2/9).
Menurut dia, kondisi tersebut berpotensi menekan kinerja industri produk tembakau yang selama ini berkontribusi terhadap penerimaan negara.
Jika produk ilegal semakin banyak beredar, produk resmi akan menghadapi persaingan yang semakin berat.
"Regulasi ini juga dapat melemahkan Hak Kekayaan Intelektual atas merek produk tembakau,” ujarnya.
Esther menilai persoalan tersebut perlu diperhitungkan sebelum pemerintah menerapkan kebijakan penyeragaman kemasan.
Rencana penyeragaman kemasan produk tembakau dan rokok elektronik dalam RPMK menuai perhatian dari kalangan ekonom dan pelaku industri.
- Rokok Ilegal Makin Marak, Ahli Ingatkan Soal Aturan IHT
- APVI Minta Kasus Penyalahgunaan Narkotika di Vape Ditangani Secara Terukur
- Polres Dumai Gagalkan Penyelundupan Etomidate dari Malaysia Senilai Rp880 Juta
- Polres Dumai Gagalkan Penyelundupan Etomidate dari Malaysia Senilai Rp880 Juta
- BNN Sebut Vape Legal Berpita Cukai Tidak Mengandung Narkoba
- Polrestabes Bandung Bongkar Lab Narkotika, Ratusan Catridge Vape Disita
JPNN.com




