Tayangan Trans7 Lecehkan Pesantren, Dedi Wahidi DPR: Merusak Pilar Pendidikan Nasional

Tayangan Trans7 Lecehkan Pesantren, Dedi Wahidi DPR: Merusak Pilar Pendidikan Nasional
Anggota Komisi X DPR RI dari Fraksi PKB DPR RI Dedi Wahidi. Foto: Humas DPR

“Karena dampak tayangan ini begitu luar biasa di mana bisa menghancurkan kredibilitas dan nama baik pesantren. Apalagi dalam tayangan tersebut yang di-framing adalah pengasuh Lirboyo yang merupaka salah satu pesantren terbesar di nusantara,” ujarnya.

Alumnus Pesantren Babakan Ciwaringin ini menegaskan selama ini pesantren telah melahirkan banyak lulusan-lulusan berkualitas yang tersebar dalam berbagai bidang pekerjaan. Lulusan pesantren ini juga menjadi salah satu penyangga bagi tegaknya NKRI yang penuh keragaman baik dari sisi suku, agama, dan ras.

“Selama ini pesantren-pesantren NU menjadi garda terdepan untuk menanamkan rasa cinta tanah air dan bangsa. Para santri ini juga menjadi garda terdepan untuk menolak ideologi trans-nasional yang merusak tenun kebangsaan kita. Lalu tiba-tiba dinarasikan sebagai penghambat kemajuan kan aneh,” katanya.

Ketua Dewan Pembina Ponpes Darul Ma’arif Indramayu ini mendesak agar Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) dan Kementerian Komunikasi dan Digital memberikan sanksi tegas kepada Trans7.

Menurutnya, Trans7 tidak cukup hanya meminta maaf karena apa yang mereka tayangkan memberikan dampak luar biasa bagi institusi pesantren dan kiai pengasuh pesantren di tanah air.

“KPI telah menghentinkan sementara program xpose unsensored, namun mengingat beratnya pelanggaran KPI bisa mempertimbangkan pembekuan kegiatan siaran hingga pencabutan izin penyelenggaraan penyiaran (IPP) Trans7,” pungkas Dedi.(fri/jpnn)

Simak! Video Pilihan Redaksi:

Anggota Komisi X DPR RI dari Fraksi PKB DPR RI Dedi Wahidi menilai tayangan Trans7 merendahkan pesantren sebagai salah satu pilar pendidikan nasional.


Redaktur & Reporter : Friederich Batari

JPNN.com WhatsApp

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News