Teknologi AI Bantu Nelayan Prediksi Laut Sebelum Berlayar
jpnn.com, JAKARTA - Perusahaan rintisan MetaSeaco mencatat sekitar 41 persen nelayanan di Cilacap Selatan, Jawa Tengah dari 6.806 perjalanan melaut mengalami kerugian.
Melihat kondisi itu, startup jebolan program Pertamuda Pertamina itu mengembangkan Iwak, yaitu teknologi berbasis Artificial Intelligence (AI) dan data satelit.
Tujuannya untuk membantu nelayan menentukan kapan sebaiknya melaut, ikan yang ditargetkan, hingga titik koordinat potensial.
“Dari rumah, nelayan sudah bisa mengetahui apakah hari itu sebaiknya melaut atau tidak. Jika melaut, teknologi ini juga memberikan rekomendasi titik koordinat dan waktu terbaik untuk menangkap ikan,” ujar CEO MetaSeaco, Catur Prasetyo Nugroho. Kini, Iwak telah digunakan 15 perahu nelayan di Cilacap.
Dia menambahkan penggunaan teknologi itu bisa menekan sekitar 23 persen, sementara pendapatan rata-rata nelayan meningkat 68 persen.
Perjalanan melaut yang merugi juga turun dari 41 persen menjadi sekitar 30 persen.
Prediksinya pun menunjukkan hasil menjanjikan. Akurasi untuk ikan tenggiri batang mencapai 91 persen, ikan bawal putih 85 persen, dan ikan layur 70 persen.
Dalam salah satu perjalanan, nelayan yang mengikuti koordinat dengan skor prediksi tinggi bahkan dapat menjaring pendapatan sekitar Rp 3 juta.
Perusahaan rintisan MetaSeaco mengembangkan Iwak, yaitu teknologi berbasis Artificial Intelligence (AI) dan data satelit.
- Peserta Pertamina Mandalika Ride Out Ramaikan MotoGP Indonesia 2026
- Pertamina Perkuat Ekosistem MyPertamina di MotoGP Indonesia 2026
- Berbagai Program Interaktif Hadir di Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026
- Pertamax Turbo Dukung Mobilitas Safety Car di Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026
- Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026 Hadirkan Multiplier Effect Bagi Warga Lokal
- Pertamina Borong Penghargaan di Ajang IHCSA 2026, 4 Pimpinan Legal Counsel Raih Apresiasi
JPNN.com




