Senin, 17 Juni 2019 – 00:34 WIB

Telkomsel Dipastikan Telah Bayar Denda

Selasa, 18 Januari 2011 – 16:12 WIB
Telkomsel Dipastikan Telah Bayar Denda - JPNN.COM

JAKARTA - Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) mengumumkan bahwa PT Telekomunikasi Selular (Telkomsel) sudah membayar denda Rp 15 miliar. Pembayaran tersebut sebagai konsekuensi atas putusan KPPU No. 07/KPPU-L/2007 tentang Dugaan Pelanggaran oleh Kelompok Usaha Temasek.

Seperti diketahui, putusan hukum tersebut sudah dinyatakan memiliki kekuatan hukum tetap (inkracht) melalui Putusan Mahkamah Agung (MA) Republik Indonesia No. 496K/Pdt.Sus/2008 tanggal 10 September 2008 karena sebelumnya Temasek terus berupaya hukum sampai tingkat paling tinggi.

Kepala Biro Humas dan Hukum KPPU, Zaki Zein Badroen, dalam keterangan resminya kemarin mengatakan, denda tersebut masuk ke Kas Negara sebagai Setoran Pendapatan Denda Pelanggaran di Bidang Persaingan Usaha dengan Kode Penerimaan 423755.

Putusan KPPU tentang Dugaan Pelanggaran oleh Kelompok Usaha Temasek itu telah menjatuhkan sanksi atas pelanggaran Pasal 27 huruf a, Pasal 17 ayat (1), dan Pasal 25 ayat (1) kepada Temasek Holdings Pte. Ltd, Singapore Technologies Telemedia Pte. Ltd, STT Communications Ltd., Asia Mobile Holding Company Pte. Ltd., Asia Mobile Holdings Pte. Ltd, Indonesia Communications Limited, Indonesia Communications Pte. Ltd., Singapore Telecommunications Ltd., Singapore Telecom Mobile  Pte. Ltd., PT. Telekomunikasi Selular (Telkomsel).

Selain Telkomsel, semua perusahaan Temasek atau anak usahanya tersebut juga dikenakan denda masing-masing Rp 25 miliar selain harus memilih untuk melepas kepemilikan saham antara di Tekomsel atau Indosat.

Bersamaan dengan Telkomsel bayar denda, PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (Telkom) kemarin lolos dari hukuman atas kasus yang berbeda. KPPU kemarin memvonis perkara Nomor: 36/KPPU-L/2010 terkait Persekongkolan Tender dan Praktek Diskriminasi dalam Tender Pengadaan Palapa Ring Mataram-Kupang Cable System Project PT. Telekomunikasi Indonesia Tbk Tahun Anggaran 2009.

Majelis Komisi yang terdiri atas Tadjuddin Noersaid (Ketua), Yoyo Arifardhani, dan Didik Akhmadi, menetapkan para terlapor yaitu PT. Telkom (terlapor I) dan Huawei Sansaine Consortium (Terlapor II) tidak terbukti melanggar Pasal 19 huruf d UU No. 5/ 1999 tentang Larangan Praktek Monopoli dan Persaingan Usaha Tidak Sehat dan tidak terbukti melanggar Pasal 22 UU No. 5/ 1999.

Proses tender yang dilakukan oleh PT. Telkom telah dilakukan secara transparan, sebagaimana terjadinya perubahan jadwal proses pemasukan dokumen tender yang seharusnya tanggal 8 September 2009 menjadi tanggal 24 September 2009 telah mendapat persetujuan dari seluruh peserta tender sehingga tidak menguntungkan salah satu peserta tender tertentu.

Huawei Sansaine Consortium merupakan eligible bidder sebagaimana yang dipersyaratkan oleh PT. Telkom karena telah memenuhi kriteria dalam mengikuti tender. Dalam Tender ini, keikutsertaan Global Marine System, Ltd diwakili oleh Huawei Sansaine Consortium karena secara formal tidak terjadi perubahan kapasitas bidder karena masih diwakili oleh perusahaan yang terafiliasi. Sehingga Huawei Sansaine Consortium dapat dikategorikan sebagai eligible bidder. (gen)
SHARES
Sponsored Content
loading...
loading...
Komentar