Siswi Korban Intimidasi Sang Guru

Teman Sekolah Menangis Histeris saat Lihat Jasad Amel

Teman Sekolah Menangis Histeris saat Lihat Jasad Amel
Amel saat dirawat di RSUD Kota Padangsidimpuan didampingi ayahnya Ahda Yanuar Nasution, Selasa (4/4) lalu. Kini, Amel telah meninggal dunia. Foto: Oriza Pasaribu/Metro Tabagsel/JPG

jpnn.com, PADANGSIDEMPUAN - Meninggalnya Amelya Nasution, 19, siswi SMK Negeri 3 Padangsidimpuan masih menyisakan duka yang sangat mendalam bagi teman-teman sekolahnya.

Mereka tidak menyangka bahwa Amel, sapaan akrab Amelya, akan pergi selamanya. Pasalnya, Amel sempat menjalani perawatan sembilan hari di RSUD Padangsidimpuan sebelum ajal menjemputnya, Senin kemarin.

Siswi berprestasi itu nekat minum racun rumput setelah diintimidasi gurunya, karena membeberkan kecurangan sang guru tersebut saat ujian nasional berbasis komputer (UNBK) di akun facebook pribadinya.

Teman-temannya merasa kehilangan saat mendengar kabar Amel meninggal. Bahkan mereka menangis histeris ketika melihat jenazah Amel di rumah sakit.

Para guru yang sebelumnya hadir terlebih dahulu di rumah sakit terpaksa ikut menenangkan siswanya yang menjerit-jerit karena tidak percaya rekannya meninggal.

Jenazah siswa Kelas XII dibawa ke rumah duka di Desa Bahal, Kecamatan Batunadua, Kota Padangsidimpuan, pukul 12.00 WIB.

Iddiyah Annur, 19, rekan korban yang juga mengaku mendapatkan intimidasi dari seorang oknum guru mengaku terkejut mendapat kabar kematian temannya. Selanjutnya, dia langsung ke rumah sakit untuk memastikan keadaan korban.

“Awalnya saya merasa tidak percaya setelah mendapatkan kabar Amelya sudah meninggal dunia,” ujarnya seperti dilansir pojoksatu (Jawa Pos Group) hari ini.

Meninggalnya Amelya Nasution, 19, siswi SMK Negeri 3 Padangsidimpuan masih menyisakan duka yang sangat mendalam bagi teman-teman sekolahnya.

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News