Temuan SPPG Bermasalah di Lapangan, 463 Disuspensi, 7 Ditutup Permanen
jpnn.com, JAKARTA - Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono mengungkapkan ada 463 dari 27.485 unit Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) disuspensi.
Hal tersebut disampaikan Sudaryono seusai menemui Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa untuk melaporkan perkembangan program Makan Bergizi Gratis pada Jumat (28/8).
Pertemuan tersebut membahas hasil penyisiran terhadap puluhan ribu Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang tersebar di seluruh Indonesia.
Sudaryono menjelaskan pihaknya telah resmi menerbitkan Surat Penetapan bagi 27.022 SPPG yang dinilai sudah siap beroperasi.
Sementara itu, 463 unit layanan terpaksa ditangguhkan karena terkendala masalah kelengkapan profil.
"Sisanya ada 463 yang kami suspend dikarenakan itu tidak profilnya tidak lengkap dan lain-lain," ujar Sudaryono.
Sudaryono menjelaskan pihaknya masih menunggu laporan klarifikasi dari sisa unit layanan yang masih dalam status penangguhan sementara.
Apabila tidak ada laporan lanjutan, BGN akan menyimpulkan unit-unit tersebut sudah tidak aktif lagi.
Sebanyak 463 unit Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) disuspensi, tujuh ditutup permanen.
- Sidang Tuntutan Suap Bea Cukai: 3 Eks Pejabat Terima Rp78,81 Miliar
- Mayoritas Responden Tolak MBG dan KDMP, Prabowo Diminta Mengevaluasi Program Unggulan
- Tata Kelola MBG Membaik, Minim Penolakan, dan Punya Modal Kepercayaan Publik
- Bukan Cuma Swasta dan PPK, Kejagung Diprediksi Sisir Seluruh Rantai Pengadaan BGN
- Pemerintah Ubah Aturan Pembayaran Pajak, Utang Pokok Diprioritaskan Lunas
- Konsumsi Protein Meningkat Hampir 80% Berkat MBG
JPNN.com




