Selasa, 19 Desember 2017 – 01:41 WIB

Terapi Penggantian Nikotin Lebih Aman Ketimbang Merokok Saat Hamil

Selasa, 05 Desember 2017 – 08:00 WIB
Terapi Penggantian Nikotin Lebih Aman Ketimbang Merokok Saat Hamil - JPNN.COM

Sudah menjadi rahasia umum bahwa merokok selama kehamilan itu berbahaya, dan banyak perempuan berjuang untuk melepaskan kebiasaan tersebut karena adanya bahan kimia adiktif dalam rokok.

Namun sekelompok peneliti dari Universitas Newcastle mengatakan, belum ada cukup banyak diskusi seputar rekomendasi terapi pengganti nikotin bagi para perempuan hamil.

Dalam sebuah makalah baru yang diterbitkan oleh para peneliti, mereka berpendapat bahwa terapi penggantian nikotin lebih aman daripada merokok, dan dokter Australia bisa dengan yakin meresepkannya untuk pasien perempuan mereka yang tengah hamil.

Pada tahun 2004, 11 persen perempuan yang melahirkan di Australia merokok pada suatu masa dalam kehamilan mereka.

Angka tersebut ternyata lebih tinggi di antara para perempuan Aborijin dan Selat Torres, yaitu mencapai 45 persen.

Merokok selama kehamilan mengurangi pertumbuhan dan kesehatan bayi, dan meningkatkan kemungkinan komplikasi pada ibu dan anak.

Anak yang lahir dari ibu yang merokok memiliki kesempatan lebih besar untuk kelahiran prematur, angka kelahiran rendah, kematian saat lahir dan kematian bayi.

Rokok bersifat candu karena kandungan nikotin, yang ditemukan secara alami di tembakau.

Namun profesor di Fakultas Kedokteran dan Kesehatan Masyarakat di Universitas Newcastle, Gillian Gould, mengatakan bahwa nikotin juga bisa menjadi solusi untuk membantu perokok berhenti selama kehamilan mereka.

Dr Gould berharap, penelitian itu akan memberi kepercayaan diri kepada dokter umum untuk menolong perempuan hamil
Dr Gould berharap, penelitian itu akan memberi kepercayaan diri kepada dokter umum untuk menolong perempuan hamil yang susah berhenti merokok.

ABC Newcastle: Robert Virtue

Penggantian nikotin adalah terapi yang disarankan

Dr Gould adalah salah satu penulis makalah di Jurnal Kedokteran Australia yang mendorong para dokter untuk merekomendasikan terapi penggantian nikotin kepada pasien yang tak bisa berhenti merokok tanpa bantuan saat hamil.

Pedoman yang berlaku di Australia dan Selandia Baru saat ini merekomendasikan penggunaan terapi pengganti nikotin oleh perempuan hamil yang tak bisa berhenti tanpa pengobatan.

Namun, dalam sebuah survei terhadap dokter umum dan dokter kandungan Australia baru-baru ini, makalah tersebut menyatakan bahwa 25 persen peserta survei tak pernah meresepkan terapi penggantian nikotin selama kehamilan.

Dr Gould mengatakan bahwa para dokter khawatir untuk merekomendasikan produk tersebut karena masalah keamanan.

"Itu adalah salah satu celah berbasis bukti yang kami temukan. Penyedia layanan kesehatan dan dokter tidak percaya diri, dan membutuhkan lebih banyak bantuan untuk mengetahui bagaimana menggunakan terapi penggantian nikotin."

Satu dari 7000 bahan kimia

Dr Gould mengatakan bahwa para dokter perlu berdiskusi dengan pasien mereka yang hamil dan tak bisa berhenti merokok.

"Saat Anda mengisap rokok, Anda mendapatkan 7.000 bahan kimia beracun yang berbeda dan Anda bernapas dengan karbon monoksida, yang menempel pada sel darah dan kemudian bayi tersebut tak mendapatkan jumlah oksigen yang tepat melalui plasenta," jelasnya.

Menurut Gould, idealnya tidak ada konsumsi nikotin, tapi risikonya harus dipertimbangkan.

"Kami percaya bahwa nikotin yang Anda dapatkan dari terapi pengganti nikotin jauh lebih rendah dosisnya.”

"Ini lebih diatur dan tak diserap sebanyak nikotin dalam rokok. Jadi, jauh lebih tidak berbahaya untuk menggunakan terapi pengganti nikotin daripada merokok.”

"Kami harus bisa menjelaskannya kepada para perempuan dan mendiskusikan risiko serta manfaatnya."

Simak berita ini dalam bahasa Inggris di sini.

 
SHARES
Komentar