Ternyata, Impor Pikap India Rp 40 Triliun Dicicil Selama 6 Tahun
jpnn.com, JAKARTA - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menjelaskan impor 105 ribu pikap dari India tidak akan membebani kondisi fiskal.
Pasalnya, pengadaan pikap tersebut melalui pinjaman dari Himpunan Bank Milik Negara (Himbara).
Kemudian nantinya, Kementerian Keuangan (Kemenkeu) akan mencicil kewajiban pinjaman tersebut sekitar Rp 40 triliun per tahun selama enam tahun ke depan.
"Jadi, untuk saya sih risikonya clear, enggak ada tambahan risiko fiskal," ungkap Purbaya dikutip, Rabu (25/2).
Menurut Purbaya, setiap tahun sebagian anggaran akan dipindahkan dari uang dana desa.
"Jadi, setiap tahun pun memang belanja segitu. Cuma sekarang cara belanjanya berubah," ujar Purbaya.
Purbaya menerangkan pembayaran cicilan dilakukan dengan mengalihkan sebagian alokasi dana desa yang setiap tahunnya sudah dianggarkan.
"Dengan demikian, yang berubah hanyalah mekanisme penyaluran anggaran, bukan penambahan beban baru," kata dia.
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menjelaskan impor 105 ribu pikap dari India tidak akan membebani kondisi fiskal.
- Purbaya Tolak Tawaran Utang dari IMF & World Bank, Ini Alasannya
- Bus Penumpang Terjun ke Lereng di Kashmir India, 21 Tewas, 61 Terluka
- Di Depan Lembaga Rating Global, Menkeu Yakinkan soal Stabilitas Fiskal dan Ekonomi RI
- Proyeksi Ekonomi RI 4,7 persen, World Bank Respons Begini saat Bertemu Menkeu Purbaya
- Temui Investor Global, Menkeu Purbaya Optimistis Aliran Dana Portofolio Masuk RI
- Bertemu IMF-World Bank, Purbaya Sebut Arus Modal Asing Bakal Ramai Masuk ke Indonesia
JPNN.com




