Tersangka Kasus Susur Sungai Pramuka SMPN 1 Turi Sleman Bertambah

Tersangka Kasus Susur Sungai Pramuka SMPN 1 Turi Sleman Bertambah
Petugas saat penyisiran mencari anak pramuka SMPN 1 Turi Sleman, Jumat (21/2). Foto: ANTARA/Andreas Fitri Atmoko/hp

jpnn.com, SLEMAN - Kepolisian Daerah Istimewa Yogyakarta menetapkan dua tersangka baru dalam kasus kecelakaan susur sungai Sempor saat kegiatan Pramuka SMPN 1 Turi Sleman, Jumat (21/2).

"Hari ini kami menaikkan status dua orang yang terlibat dalam kegiatan pramuka itu menjadi tersangka dengan inisial DDS dan R," kata Kepala Bidang Humas Polda DIY Kombes Pol Yuliyanto di Mapolda DIY, Senin (24/2) malam.

Menurut dia, R (58) merupakan ketua gugus depan pramuka di SMPN 1 Turi, Sleman. Pada saat kegiatan susur sungai berlangsung, R tidak ikut mendampingi para siswa, melainkan hanya menunggu di sekolah.

"Tidak mendampingi termasuk kelalaian. Seharusnya yang bersangkutan juga ikut mendampingi," kata dia.

Sedangkan DDS yang merupakan pembina pramuka, kata dia, juga tidak ikut turun ke sungai dan hanya menunggu di tempat finis kegiatan susur sungai yang menewaskan sepuluh pelajar itu.

Menurut Yuliyanto, kedua tersangka telah memiliki sertifikat kursus mahir dasar (KMD) pramuka sehingga seharusnya lebih memahami aspek keamanan dalam kegiatan kepramukaan.

Baik R maupun DDS dijerat dengan Pasal 359 KUHP karena kelalaiannya yang menyebabkan orang lain meninggal dunia dan Pasal 360 karena kelalaiannya yang menyebabkan orang luka-luka.

"Mulai siang tadi sudah dilakukan penahanan kepada yang bersangkutan. Jadi sampai saat ini sudah ada tiga orang dilakukan penahanan dan statusnya tersangka," kata Yuliyanto.

Saat susur sungai kegiatan Pramuka SMPN 1 Turi Sleman itu, kedua orang tersebut tidak mendampingi siswa. Satu di sekolah, satu lagi di garis finis.

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News