Tes PPPK 2022, Honorer K2 Teknis Administrasi Curiga hanya Janji Palsu Jelang Pemilu 2024

Tes PPPK 2022, Honorer K2 Teknis Administrasi Curiga hanya Janji Palsu Jelang Pemilu 2024
Ketua Forum Honorer K2 Provinsi Maluku Utara Said Amir. Foto dokumentasi pribadi for JPNN.com

jpnn.com, JAKARTA - Para honorer K2 teknis administrasi masih ragu dengan janji pemerintah untuk mengeluarkan kebijakan dalam rekrutmen PPPK 2022. Mereka curiga itu hanya janji karena menghadapi tahun politik.

Ketua Forum Honorer K2 Provinsi Maluku Utara Said Amir memberikan apresiasi kepada Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (MenPAN-RB) Tjahjo Kumolo atas kebijakan khusus untuk honorer K2 di 2024.

Salah satunya kesempatan bagi tenaga teknis administrasi yang memenuhi persyaratan untuk ikut tes PPPK 2022.

Namun, Said curiga dengan kebijakan tersebut. Menurut dia honorer K2 akan kembali menjadi alat politik dalam Pemilu 2024.

"Jangan-jangan pemerintah mau bohongi honorer K2 lagi. 2022 kan waktunya mencari suara," kata Said kepada JPNN.com, Minggu (26/9).

Dia mengaku sudah mengetahui trik pemerintah untuk menggiring suara rakyat dan honorer menjadi makanan empuk. 

Dia tahu betul pemerintah maupun politikus mengetahui honorer punya massa untuk mendulang suara.

Apalagi, lanjutnya, ini bukan kali pertama honorer kena PHP (pemberi harapan palsu). Dalam dunia honorer, sudah bukan hal baru lagi sering dijadikan alat politik.

Honorer K2 teknis administrasi curiga janji pemerintah untuk memberikan kesempatan ikut tes PPPK 2022 hanya harapan palsu jelang pemilu 2024.