Tidak Tega, Trump Menolak Serang Pulau Iran Ini
jpnn.com, WASHINGTON DC - Presiden Amerika Serikat Donald Trump menentang pengiriman pasukan AS ke Pulau Kharg di Iran, karena khawatir akan kemungkinan korban jiwa yang besar, demikian laporan Wall Street Journal dengan mengutip sumber yang mengetahui informasi tersebut.
Sebelumnya pada akhir Maret, Trump menyatakan keinginan untuk merebut minyak dari Iran mengikuti skenario Venezuela.
Ia juga tidak mengesampingkan kemungkinan bahwa AS akan mencoba merebut Pulau Kharg, pusat ekspor minyak utama Iran.
Meskipun Trump yakin bahwa misi tersebut akan berhasil dan bahwa perebutan wilayah tersebut akan memberi AS akses ke selat tersebut, ia khawatir bahwa korban jiwa AS akan sangat besar, kata sumber kepada surat kabar tersebut.
Presiden mengeklaim bahwa pasukan AS akan menjadi sasaran empuk dalam kasus seperti itu, demikian klarifikasi surat kabar tersebut.
Politico sebelumnya melaporkan bahwa lebih dari 2.000 Marinir telah berangkat ke Timur Tengah dari pangkalan di San Diego.
Banyak pakar mengaitkan hal ini dengan kemungkinan operasi untuk merebut Pulau Kharg.
Kemudian pada 28 Februari, AS dan Israel mulai menyerang target di Iran, menewaskan lebih dari 3.000 orang. Pada tanggal 8 April, Washington dan Teheran mengumumkan gencatan senjata selama dua pekan.
Meskipun Trump yakin bahwa misi tersebut akan berhasil dan memberi AS akses ke Selat Hormuz, ia memikirkan penderitaan warga Iran
- Sukacita Foolad Sirjan Iranian Bisa Masuk Final AVC Champions League 2026
- Lu Biau
- Menlu Araghchi: Iran tak Akan Menyerah pada Ancaman Apa Pun
- China Berminat Membeli Minyak AS, Donald Trump: tetapi dari Iran Jalan Terus
- Iran Larang Pengiriman Senjata AS Lewat Selat Hormuz
- Xi Ingin Jadi Mitra Amerika, Trump Sebut China Luar Biasa
JPNN.com




