Tiga Tokoh Berbicara Dalam Diskusi Tentang Pentingnya Setiap Usaha Terdata Dalam Sensus Ekonomi 2026
jpnn.com, JAKARTA - Kompas.com Talks menggelar diskusi bertema “Pentingnya Setiap Usaha Terdata pada Sensus Ekonomi 2026” di Jakarta, Jumat (7/8/2026).
Diskusi membahas urgensi Sensus Ekonomi 2026, manfaat data bagi perumusan kebijakan, perlindungan data pelaku usaha, serta pentingnya memastikan pelaku UMKM memperolehmanfaat dari kebijakan yang disusun berdasarkan data.
Hadir sebagai narasumber utama, Deputi Bidang Neraca dan Analisis Statistik BPS RI Moh. Edy Mahmud, Sekretaris Kementerian UMKM Loto Srinaita Ginting, serta Ketua Asosiasi Industri Usaha Mikro Kecil dan Menengah, Akumandiri, Indonesia Hermawati Setyorinny.
Ketiga narasumber melihat kelengkapan data sebagai salah satu faktor penting dalam menggambarkan kondisi perekonomian Indonesia, terutama setelah perubahan struktur ekonomi selama satu dekade terakhir.
Sensus Ekonomi 2026 menjadi momentum untuk memperbarui gambaran dunia usaha Indonesia.
Pendataan berlangsung pada Mei hingga Agustus 2026 dan mencakup berbagai skala usaha, mulai dari usaha mikro, kecil, menengah hingga usaha besar.
BPS, Potret Ekonomi Indonesia Setelah Satu Dekade
Moh. Edy Mahmud mengatakan Sensus Ekonomi perlu dilakukan untuk memperbarui gambaran perekonomian Indonesia setelah sensus sebelumnya pada 2016.
Kompas.com Talks menggelar diskusi bertema ‘Pentingnya Setiap Usaha Terdata pada Sensus Ekonomi 2026’ di Jakarta, Jumat (7/8/2026).
- APJATI Perkuat Kemitraan Ketenagakerjaan Indonesia–Malaysia Lewat EBM 2026
- Di KTT BRICS 2026, Prabowo Tekankan Indonesia Tidak Suka Didikte Kekuatan Lain
- PPM Manajemen Paparkan Riset Integritas Organisasi di GEF 2026
- KADIN Dorong Pariwisata Jadi Mesin Pertumbuhan Ekonomi Indonesia
- Mengenal Pembukaan Rekening Massal, Program Peningkatan Inklusi Keuangan
- Ibas: Kreativitas Anak Muda Harus Jadi Kekuatan Ekonomi Indonesia
JPNN.com




