Tim Universitas Andalas Ciptakan Alat Pengering Ikan Tenaga Surya, Nelayan Bersukacita
jpnn.com, PADANG PARIAMAN - Mayoritas penduduk Nagari Ulukan Tapakis, Kabupaten Padang Pariaman menggantungkan hidupnya pada sektor perikanan dan usaha kelautan lainnya.
Ekonomi masyarakat setempat sangat bergantung pada hasil tangkapan ikan yang masih diolah secara tradisional guna menunjang kesejahteraan keluarga.
Namun, dalam pelaksanaannya sering mengalami berbagai hambatan.
Seperti saat proses pengeringan dilakukan dengan menggunakan cahaya matahari langsung yang dibentang di lingkungan terbuka.
Hal ini menghasilkan proses pengeringan ikan yang rentan terhadap kontaminasi serangga, burung maupun binatang darat lainnya seperti ayam, anjing atau kucing.
Akibatnya, proses yang secara alamiah ini tentunya rawan menghasilkan ikan kering yang kurang higienis, bahkan bisa menimbulkan berbagai penyakit.
Di sisi lain, masalah yang dihadapi, produksi ikan secara tradisonal ini sangat bergantung pada cahaya matahari sehingga bila terjadi musim hujan ini membawa kerugian bagi nelayan, di mana ikan mengalami pembusukan akibat pengeringan yang tidak maksimal.
Sebagai solusi atas hal yang diuraikan diatas, diperlukan inovasi teknologi yang dapat meningkatkan kualitas pengolahan serta produksi ikan kering yang dikelola dengan baik.
Tim Universitas Andalas berhasil menciptakan alat pengering ikan tenaga surya, semua nelayan bersukacita
- Hilang Saat Melaut, Nelayan di Lombok Timur Ditemukan Meninggal Dunia
- Ciwaru Sukabumi Jadi Potret Sinergi Tiga Program Prioritas Pemerintah
- Teknologi AI Bantu Nelayan Prediksi Laut Sebelum Berlayar
- Festival DEB Pertamina 2026 Mendorong Energi Terbarukan Jadi Penggerak Ekonomi Desa
- Peringati HUT RI di KNMP Sorue Jaya, Menteri Trenggono Soroti Nasib Nelayan
- Memasuki Perairan Malaysia Tanpa Izin, 6 Nelayan Kepri Divonis Bersalah
JPNN.com




