Tingkat Kepuasan kepada Prabowo Turun, Pengamat: Wajar di Tengah Agenda Bersih-Bersih
Sebaliknya, kata dia, meningkatnya pemberitaan soal kasus korupsi dapat dibaca sebagai indikator bahwa mekanisme pengawasan dan penegakan hukum sedang bekerja lebih aktif.
"Dalam perspektif tata kelola, yang lebih penting adalah adanya keberanian negara untuk melakukan pembenahan, memperkuat sistem pengawasan, dan menegakkan akuntabilitas tanpa pandang institusi,” katanya.
Iwan juga menilai maraknya pengungkapan kasus korupsi, termasuk yang melibatkan sejumlah kepala daerah, menunjukkan upaya memperbaiki tata kelola pemerintahan.
Namun, kata dia, tantangan setelah pengungkapan kasus ialah memastikan proses hukum berjalan profesional, transparan, dan konsisten, sehingga meningkatkan kepercayaan masyarakat.
Iwan melanjutkan turunnya angka kepuasan juga dipengaruhi pernyataan Presiden Prabowo yang memicu perdebatan di ruang publik.
Dia kemudian mengungkit narasi Londo Ireng yang sempat disampaikan Prabowo dan menjadi ramai diperbincangkan di media sosial.
Menurut dia, ruang diskusi publik lebih banyak tersita pada kontroversi istilah daripada substansi pesan yang ingin disampaikan Prabowo terkait Londo Ireng.
"Dalam era komunikasi digital, framing sering kali lebih cepat membentuk persepsi dibandingkan penjelasan atas konteks sebenarnya,” kata dia.
Direktur Eksekutif IPR Iwan Setiawan menyebut pembenahan pemerintah, dalam jangka pendek memengaruhi persepsi publik terhadap kinerja Presiden Prabowo.
- KIPP-AKSI Serahkan Surat ke PKB, Isinya Mendorong Penggunaan Hak Angket
- Prabowo Sambut Presiden Mesir El-Sisi di Istana Merdeka, Perkuat Kemitraan Strategis
- Mahfud MD Sebut Pembentukan Wantimpres oleh Prabowo Melanggar Undang-Undang
- Wamensos: Akurasi Dapodik Kunci Keberhasilan Sekolah Rakyat
- Parliamentary Threshold 1% Jadi Sorotan, Pemuda Lintas Partai Gelar Konsolidasi
- Demi Penguatan Pengawasan Hutan, Presiden Targetkan Penambahan Puluhan Ribu Polhut
JPNN.com




