Tingkat Kepuasan kepada Prabowo Turun, Pengamat: Wajar di Tengah Agenda Bersih-Bersih

Tingkat Kepuasan kepada Prabowo Turun, Pengamat: Wajar di Tengah Agenda Bersih-Bersih
Presiden Prabowo Subianto saat pidato di Harlah ke-28 PKB, Jakarta, Kamis (23/7). Foto: Ricardo/JPNN.com

Sebaliknya, kata dia, meningkatnya pemberitaan soal kasus korupsi dapat dibaca sebagai indikator bahwa mekanisme pengawasan dan penegakan hukum sedang bekerja lebih aktif.

"Dalam perspektif tata kelola, yang lebih penting adalah adanya keberanian negara untuk melakukan pembenahan, memperkuat sistem pengawasan, dan menegakkan akuntabilitas tanpa pandang institusi,” katanya.

Iwan juga menilai maraknya pengungkapan kasus korupsi, termasuk yang melibatkan sejumlah kepala daerah, menunjukkan upaya memperbaiki tata kelola pemerintahan.

Namun, kata dia, tantangan setelah pengungkapan kasus ialah memastikan proses hukum berjalan profesional, transparan, dan konsisten, sehingga meningkatkan kepercayaan masyarakat.

Iwan melanjutkan turunnya angka kepuasan juga dipengaruhi pernyataan Presiden Prabowo yang memicu perdebatan di ruang publik.

Dia kemudian mengungkit narasi Londo Ireng yang sempat disampaikan Prabowo dan menjadi ramai diperbincangkan di media sosial.

Menurut dia, ruang diskusi publik lebih banyak tersita pada kontroversi istilah daripada substansi pesan yang ingin disampaikan Prabowo terkait Londo Ireng.

"Dalam era komunikasi digital, framing sering kali lebih cepat membentuk persepsi dibandingkan penjelasan atas konteks sebenarnya,” kata dia.

Direktur Eksekutif IPR Iwan Setiawan menyebut pembenahan pemerintah, dalam jangka pendek memengaruhi persepsi publik terhadap kinerja Presiden Prabowo.

JPNN.com WhatsApp

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News