Tingkat Kesulitan Blok Ganal Tinggi & Butuh Dana Sangat Besar
”Ini proyek IDD yang capital intensive, high tech, begitu juga berisiko tinggi. Tentu saja investasinya juga besar, sehingga jadi masalah biasanya,” kata Kholid.
Memang, terdapat juga aturan agar daerah yang mendapat participating interest (PI) 10% mendapat dukungan atau ’digendong’ oleh kontraktor. Pada saatnya, bagian BUMD diberikan setelah pay off.
”Jadi nyicil, ditalangi dulu kemudian bagian BUMD dipotong. Sehingga biasanya tahun pertama sampai ke-6, sampai pay off baru dapat bagian. Jadi baru menikmati hasil setelah pay off,” jelasnya.
Karena beratnya kondisi Blok Ganal yang notanebene merupakan proyek IDD, Kholid tidak menutup kemungkinan terhadap opsi lain.
Yaitu, penawaran selanjutnya kepada BUMN yang notabene memiliki kemampuan finansial lebih tinggi. ”Ini menimbang tingkat risiko teknis dan modal kegiatan hulu migas lepas pantai,” kata dia.
Sama seperti kemungkinan pemberian PI, menurut Kholid, peluang tersebut tetap ada. Dalam hal ini, juga tergantung ENI dan Sinopec sebagai operator, apakah akan melepaskan bagian interestnya atau tidak.
”Jadi kalau misalnya ada share yang ingin dilepas, itu mungkin saja. Dan itu saya kira strategi terbaik. Jadi Pertamina sebagai BUMN tidak menanggung risiko eksplorasi,” sebutnya.(chi/jpnn)
Proyek Blok Ganal yang termasuk ke dalam Indonesia Deepwater Development (IDD) memiliki tingkat kesulitan tinggi, dengan teknologi dan dana sangat besar.
Redaktur & Reporter : Yessy Artada
- Kawal Ketahanan Energi Nasional, Komut Pertamina Apresiasi Kinerja Luar Biasa Perwira Zona 4
- Pertamina Optimalkan Potensi Sawit dan Limbahnya untuk Substitusi Impor BBM
- Dukung Kelancaran Penerbangan di Sumsel, Pertamina Terus Jaga Keandalan Layanan Avtur
- Bahlil Bilang Harga Pertamax Bakal Turun, Catat!
- Pertamina Patra Niaga Sumbagut Pastikan Pasokan BBM di Aceh, Riau & Kepri Tetap Terjaga
- Pertamuda Seed & Scale 2026 Dibuka, Jaring Inovator Muda Wujudkan Karya Berdampak Nyata
JPNN.com




