Tito Ungkap Penanganan Bencana di Sumatra Tak Cukup Dilakukan Setahun
jpnn.com, JAKARTA - Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian meminta publik agar memahami pemulihan pascabencana besar yang melanda Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat tidak bisa diselesaikan dalam waktu singkat.
Ketua Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Sumatra itu menegaskan proses pemulihan membutuhkan waktu panjang mengingat skala kerusakan yang sangat luas.
“Alasan jujur saja nih, luasnya dampak ini memerlukan waktu enggak bisa diselesaikan setahun saja, apalagi hanya kita akan masuk bulan sembilan sekarang dari November ke Agustus ini,” ucap Tito di Kantor Badan Komunikasi Pemerintah, Jakarta Pusat, pada Rabu (5/8).
Menurut Tito, tantangan utama bukan hanya membangun kembali rumah, sekolah, jalan, dan jembatan, tetapi juga memulihkan wilayah yang kembali diterjang banjir saat proses rehabilitasi masih berlangsung.
Dia mencontohkan banjir kembali terjadi di Kabupaten Agam, Tapanuli Tengah, Pidie Jaya, Bener Meriah, Bireuen hingga Kota Padang pada awal Agustus.
Kondisi tersebut membuat sejumlah infrastruktur yang sebelumnya telah diperbaiki kembali mengalami kerusakan.
“Kalau di Aceh itu ada 23 kabupaten kota yang terdampak 18 seperti Kota Banda Aceh enggak terdampak, Aceh Besar terdampak sedikitlah. Nah, yang sudah mendekati yang sudah dikatakan normal itu ada 10,” jelasnya.
Tito menuturkan normalisasi sungai menjadi pekerjaan paling berat dalam proses rehabilitasi.
Tito Karnavian meminta publik agar memahami bahwa pemulihan pascabencana besar di Sumatra tak bisa diselesaikan hanya satu tahun
- Hillary Brigitta Lasut Pimpin Panitia Doa Bersama Gempar Indonesia untuk Korban Bencana
- Wali Kota Pekanbaru Terima Empat Penghargaan IMT-GT Green City Award dari Mendagri
- BPBD Sumut Catat Banjir Melanda 6 Wilayah, Kabupaten Langkat Paling Terdampak
- BNPB Ungkap Ada 1.730 Bencana Alam di Indonesia
- Indonesia Masuk Ring on Fire, Puan Tekankan Pentingnya Mitigasi dan Antisipasi Terpadu
- Presiden Prabowo Tegaskan Penguatan Mitigasi Bencana Nasional
JPNN.com




