TNI Jaga Gedung DPR, Koalisi Masyarakat Sipil: Melawan Kehendak Rakyat
jpnn.com, JAKARTA - Koalisi masyarakat sipil menilai langkah pengerahan prajurit TNI untuk mengamankan DPR RI seperti disampaikan Menhan RI Sjafrie Sjamsoeddin, bertabrakan dengan Tuntutan Rakyat 17+8.
Hal demikian diungkapkan koalisi masyarakat sipil melalui keterangan pers seperti dibagikan Ketua Dewan Nasional Setara Institute Hendardi, Rabu (17/9).
"Tidak sejalan dengan tuntutan rakyat yang tertuang dalam agenda tuntutan 17+8," demikian pernyataan koalisi dikutip Rabu.
Adapun, organisasi yang masuk dalam koalisi masyarakat sipil ialah Setara, IMPARSIAL, CENTRA INITIATIVE, Raksha Initiatives, HRWG, Koalisi Perempuan Indonesia (KPI), DEJURE, PBHI, LBH Apik, hingga WALHI.
Koalisi menganggap pernyataan Sjafrie yang bilang TNI dilibatkan menjaga gedung DPR melawan kehendak rakyat.
"Jelas-jelas melawan arus kehendak rakyat dan hal itu cermin dari pejabat pemerintahan yang tidak mendengarkan suara rakyat," lanjut mereka.
Koalisi juga beranggapan pernyataan Menteri Pertahanan soal pelibatan militer menjaga gedung DPR bertentangan dengan UU TNI.
Mereka bahkan menganggap pengerahan prajurit menjaga gedung DPR berpotensi mengganggu profesionalisme TNI di bidang pertahanan.
Koalisi masyarakat sipil menilai langkah pengerahan prajurit TNI untuk mengamankan DPR RI melawan kehendak rakyat.
- TNI Kerahkan Personel Gabungan Kebut Pengerjaan Jembatan Armco Menuju Museum Buya Hamka
- Soal Rencana Prabowo Ikut KTT BoP, Pakar Singgung Negosiasi Limitasi Pelibatan TNI di ISF
- Pertamina Terus Meningkatkan Layanan Energi Kepada Masyarakat
- Purbaya Bawa Kabar Baik soal THR, ASN Wajib Tahu
- Danpuspom TNI soal Keributan Tentara dengan Polisi di Mippa
- KKB Serang Prajurit TNI, Rampas Dua Senjata Api
JPNN.com




