Tolak Bala setelah Imlek

Tolak Bala setelah Imlek
Ilustrasi. FOTO: THOMAS KUKUH/JPNN.com
SURABAYA - Melestarikan tradisi yang berlangsung ribuan tahun, bahkan sejak sebelum Masehi, umat Tao di Surabaya melaksanakan sembahyang Tai Sui di Kelenteng Kalisari kemarin (9/2). Sejak matahari terbit, ratusan umat silih berganti menjalani ritual yang bertujuan menolak bala tersebut.

Dipimpin Dao Zhang (Pendeta) Wu Mao Fu, yang merupakan dao zhang termuda se-Asia, ritual itu terbagi dalam 20 fase. Mulai membasuh kedua tangan dengan air bunga sebagai lambang menyucikan diri, hormat kepada dewa, hingga berjalan di atas jembatan buatan yang menandai kesiapan menyambut perjalanan panjang selama setahun ke depan.

Menurut Ketua Panitia Willy Tamim, sembahyang Tai Sui merupakan rutinitas yang dilakukan setelah Imlek. "Namun, sebisanya pelaksanaannya sebelum Cap Go Meh (15 hari setelah Tahun Baru Imlek, Red)," katanya.

Tahun ini sembahyang Tai Sui difokuskan pada mereka yang dipercaya mengalami kesialan. Yakni, orang dengan shio kuda, tikus, kelinci, dan ayam. "Kuda yang harus sangat waspada. Tapi, shio dan agama apa pun juga bisa bergabung dalam ibadah ini," kata Wu Mao Fu yang baru berusia 19 tahun.(nji/mas/dos)


SURABAYA - Melestarikan tradisi yang berlangsung ribuan tahun, bahkan sejak sebelum Masehi, umat Tao di Surabaya melaksanakan sembahyang Tai


Redaktur & Reporter : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News