Transaksi QRIS Antarnegara Tumbuh, Inbound Lebih Dominan
jpnn.com, JAKARTA - PT Alto Network mencatat penggunaan layanan QRIS Antarnegara atau Cross-Border terus menunjukkan tren peningkatan.
Namun, dibalik pertumbuhan tersebut, terdapat ketimpangan pola transaksi antara penggunaan di dalam dan di luar negeri.
CEO PT Alto Network, Gretel Griselda mengungkapkan saat ini transaksi QRIS Cross-Border masih sangat didominasi oleh wisatawan asing yang melakukan pembayaran di Indonesia atau kategori inbound.
Sementara itu, penggunaan oleh warga Indonesia di luar negeri masih menghadapi sejumlah tantangan teknis.
Gretel menjelaskan kendala utama dalam perluasan layanan ini justru berada pada infrastruktur sistem di negara mitra.
Hal tersebut sering kali berada di luar kendali perusahaan penyedia jasa pembayaran di Indonesia.
"Kalau kendalanya yang paling besar, seperti yang tadi sudah saya sampaikan, sebenarnya di sisi sananya, menurut saya sih ini memang sesuatu yang di luar kontrol kita sebagai pelaku pembayarannya di sananya memang belum interkoneksi dan interoperabilitas," ujar Gretel di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan, baru-baru ini.
Masalah interkoneksi di negara tujuan tersebut berdampak langsung pada tingkat akseptansi atau penerimaan layanan di tingkat pedagang.
PT Alto Network mencatat penggunaan layanan QRIS Antarnegara atau Cross-Border meningkat, inbound lebih dominan.
- Yakini Manfaat Sedayu Mart, Pelaku UMKM Berharap Omzetnya Meningkat
- Prabowo-Modi Bakal Implementasikan Pembayaran QR untuk Transaksi di India dan Indonesia
- Pemprov DKI Perkuat Digitalisasi Transaksi, QRIS Jakarta Capai 38 Persen Nasional
- DompetX Rilis Infrastruktur Payment Gateway untuk Semua Skala Bisnis
- Bank Raya Ajak Masyarakat Rajin Bertransaksi Lewat Program Lelang Raya Poin
- Libur Sekolah Tiba, Ini 3 Aktivitas Seru Bersama Keluarga Tanpa Harus Keluar Banyak Biaya
JPNN.com




