Transjakarta Tembus Rekor 1,5 Juta Penumpang, Pengamat Wanti-wanti Beban Subsidi APBD
jpnn.com, JAKARTA - Transjakarta tercatat berhasil menjangkau 92,4 persen populasi DKI Jakarta, dengan volume keterangkutan menembus rekor 1,5 juta pelanggan per hari pada pertengahan tahun 2026.
Kendati mencatatkan pertumbuhan keterangkutan yang positif, peningkatan tersebut diiringi dengan naiknya biaya operasional secara signifikan.
Akademisi Prodi Teknik Sipil Unika Soegjapranata sekaligus Dewan Penasehat Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI), Djoko Setijowarno mengungkapkan kenaikan volume operasional ini berbanding lurus dengan peningkatan beban biaya.
Seiring peningkatan biaya operasional tersebut, porsi pengeluaran subsidi Transjakarta terhadap APBD Provinsi DKI Jakarta terpantau terus merangkak naik dari tahun ke tahun.
Berdasarkan data perkembangan anggaran, pada tahun 2015 alokasi subsidi untuk Transjakarta baru menyerap 1 persen dari total APBD DKI Jakarta.
Angka tersebut kemudian merangkak naik menjadi 2 persen pada tahun 2017, dan sempat bertahan stabil di posisi 3 persen pada tahun 2019 serta 2021.
Namun, memasuki tahun 2023, ketergantungan fiskal daerah terhadap subsidi ini naik menjadi 4 persen.
Beban tersebut kembali meningkat hingga mencapai 5 persen pada tahun 2025, dan diproyeksikan akan menyentuh angka 6 persen pada anggaran tahun 2026 mendatang.
Transjakarta tercatat berhasil menjangkau 92,4 persen populasi DKI Jakarta, dengan volume keterangkutan menembus rekor 1,5 juta pelanggan per hari.
- Ini Golongan Masyarakat yang Dilarang Menggunakan BBM Bersubsidi
- TransJakarta akan Kelola Transportasi ke Kepulauan Seribu, Fahira Idris: Ini Langkah Maju
- Pramono Ingin Transportasi Warga Kepulauan Seribu Lebih Mudah dan Efisien
- Mulai 2027, Pramono Anung Alihkan Pengelolaan Transportasi Kepulauan Seribu ke Transjakarta
- Sopir Mikrotrans Tabrak Lansia di Tomang Jakbar Dipecat
- Gubernur Banten Tegaskan Tak Bisa Gunakan APBD untuk Perawatan Halte TransJakarta
JPNN.com




