Tren Baru, Hotel di Asia Pasifik Mulai Adopsi Teknologi AI
jpnn.com, JAKARTA - Industri perhotelan Asia-Pasifik (APAC) kini menghadirkan sistem teknologi kecerdasan buatan (AI) untuk berkomunikasi dengan tamu.
Hal itu terungkap sejak Platform percakapan berbasis AI Mimin menggandeng perusahaan teknologi Alcatel-Lucent Enterprise.
CEO Mimin, Joseph Simbar menyampaikan kolaborasi itu menyasar persoalan tingginya panggilan tak terjawab hingga pengalaman tamu yang tidak terintegrasi di sektor hospitality.
"Kolaborasi ini memungkinkan hotel mengubah interaksi sehari-hari dengan tamu menjadi layanan yang otomatis, yang efisien dan memuaskan tamu," kata Joseph dalam keteranganya, Jumat (22/5).
Joseph menjelaskan melalui integrasi dengan platform Rainbow Hospitality milik ALE, hotel dapat menghubungkan layanan komunikasi tamu dalam satu sistem, mulai dari telepon, chat, hingga WhatsApp.
Teknologi ini juga diklaim mampu membantu hotel merespons komunikasi dalam skala besar tanpa menghilangkan sentuhan personal kepada tamu.
Joseph mengatakan, industri perhotelan di Asis-Pasifik saat ini menghadapi tingginya volume panggilan masuk, terutama pada jam sibuk.
Dia melanjutkan, sekitar 10 hingga 30 persen panggilan disebut kerap tidak terjawab karena keterbatasan alur kerja operasional hotel.
Industri perhotelan Asia-Pasifik (APAC) kini menghadirkan sistem teknologi berbasis AI untuk berkomunikasi dengan tamu.
- Minimalisme Digital lewat 5 Kebiasaan Sederhana Ini
- Rusdi Kirana: AI Harus Perkuat Ekonomi Rakyat, Bukan Hanya Simbol Kemajuan Teknologi
- Dies Natalis ke-62 FTUI, Perkuat Sinergi Hilirisasi Teknologi & Inovasi
- Ceria Fasilitasi Lisensi Micromine untuk USN Kolaka, Perkuat SDM Tambang Berbasis Teknologi
- Apa Benar Hotel GH Universal Bandung Dijual Rp1 Triliun? Ini Kata Manajemen
- Susul Arahan Presiden Prabowo, Indonesia Resmi Bergabung dengan AI Waico
JPNN.com




