Triwulan I 2025, Sektor Manufaktur Sumbang 79,4% Ekspor Nasional
jpnn.com, JAKARTA - Industri manufaktur di Indonesia merupakan sektor penting dalam perekonomian nasional karena memberikan kontribusi signifikan terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) dan lapangan kerja.
Sektor tersebut mencakup berbagai jenis industri, mulai dari makanan dan minuman, farmasi, kimia, logam dan mesin, tekstil dan pakaian, otomotif, hingga elektronik.
"Sektor ini menyumbang 17,5% terhadap PDB dan 79,4% terhadap ekspor nasional pada triwulan I-2025,” kata Staf Ahli Menteri Perindustrian, Emmy Suryandari, Senin (28/7).
Dia kemudian menekankan pentingnya empat strategi industri nasional yakni melalui hilirisasi, transformasi digital, industri hijau, dan penguatan SDM.
"Kami terus berupaya mendorong industri nasional semakin inklusif, ekspansif dan berdaya saing global," ujarnya.
Emmy juga turut mengapresiasi partisipasi sektor industri dalam Making Indonesia 4.0 yang kini mencatatkan dua perusahaan dalam Global Lighthouse Network.
Sementara itu, CEO dan Chief Editor Warta Ekonomi, Muhamad Ihsan, mengungkapkan bahwa industri manufaktur Indonesia tengah menghadapi tantangan berat.
“PMI manufaktur Mei 2025 tercatat di 47,4, menunjukkan sektor ini dalam zona kontraksi,” ujar Ihsan.
Kemenperin mencatat Triwulan I 2025, sektor manufaktur menyumbang 79,4 % ekspor nasional
- Anwar Abbas: Ekspor SDA Indonesia Besar, tetapi Rakyat Masih Banyak yang Miskin
- Hadirkan Fasilitas Ekspor di Tuban, SIG Perluas Ekspansi Global ke Pasar Amerika Serikat
- Bea Cukai & Pemangku Kepentingan Perkuat Ekosistem Ekspor Nasional Lewat Kegiatan Ini
- Dorong UMKM Tembus Pasar Ekspor, Bea Cukai Jalin Sinergi dengan Pemda-Pelaku Usaha
- Mati Lumbung
- Bea Cukai Siap Dukung Penerapan Aturan Baru DHE SDA & Tata Kelola Ekspor SDA Strategis
JPNN.com




