Trump Labil soal Tarif Impor AS, Indonesia Masih Wait & See

Trump Labil soal Tarif Impor AS, Indonesia Masih Wait & See
Tangkapan layar - Presiden RI Prabowo Subianto turut menandatangani piagam Dewan Perdamaian (Board of Peace) di samping Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump, pada sela-sela acara World Economic Forum (WEF) 2026 di Congress Hall, Davos, Swiss, Kamis (22/1/2026). ANTARA/Mentari Dwi Gayati/am.

"Kelanjutan ART tetap bergantung pada keputusan kedua belah pihak. Artinya, terhadap perjanjian ini pihak Indonesia juga masih perlu proses ratifikasi dan perjanjian ini belum langsung berlaku," tutur Haryo.

Terlebih dari itu, dia menambahkan pihak Amerika Serikat pun saat ini tengah menghadapi proses internal serupa. 

Haryo menegaskan Indonesia tidak akan terburu-buru dan akan mengikuti mekanisme pembicaraan lanjutan untuk merespons setiap perkembangan.

Langkah diplomasi ekonomi akan terus menjadi fokus pemerintah guna mencapai titik temu yang saling menguntungkan.

Haryo menekankan setiap proses negosiasi dan kelanjutan perjanjian internasional ini, pemerintah Indonesia memiliki panduan utama yang tidak bisa ditawar. 

"Akan ada pembicaraan selanjutnya antara kedua pihak terhadap segala keputusan yang diambil," imbuhnya. (mcr31/jpnn)

Presiden Donald Trump kembali mengubah tarif impor Amerika Serikat untuk seluruh negara, dari 10 persen ke 15 persen.


Redaktur : Elvi Robiatul
Reporter : Romaida Uswatun Hasanah

JPNN.com WhatsApp

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News