Trump Labil soal Tarif Impor AS, Indonesia Masih Wait & See
"Kelanjutan ART tetap bergantung pada keputusan kedua belah pihak. Artinya, terhadap perjanjian ini pihak Indonesia juga masih perlu proses ratifikasi dan perjanjian ini belum langsung berlaku," tutur Haryo.
Terlebih dari itu, dia menambahkan pihak Amerika Serikat pun saat ini tengah menghadapi proses internal serupa.
Haryo menegaskan Indonesia tidak akan terburu-buru dan akan mengikuti mekanisme pembicaraan lanjutan untuk merespons setiap perkembangan.
Langkah diplomasi ekonomi akan terus menjadi fokus pemerintah guna mencapai titik temu yang saling menguntungkan.
Haryo menekankan setiap proses negosiasi dan kelanjutan perjanjian internasional ini, pemerintah Indonesia memiliki panduan utama yang tidak bisa ditawar.
"Akan ada pembicaraan selanjutnya antara kedua pihak terhadap segala keputusan yang diambil," imbuhnya. (mcr31/jpnn)
Presiden Donald Trump kembali mengubah tarif impor Amerika Serikat untuk seluruh negara, dari 10 persen ke 15 persen.
Redaktur : Elvi Robiatul
Reporter : Romaida Uswatun Hasanah
- Donald Trump Ancam Serang Oman
- HNI Menyumbang Rp 963 M dari Total Transaksi Penjualan Langsung Nasional
- Ekonom Nilai B50 Bisa Menghemat Cadangan Devisa & Mendorong Transformasi Ekonomi
- GREAT Institute Menilai RAPBN 2027 Menunjukkan Arah Kebijakan Ekonomi, Diuji Dua Hal
- Menakar 663 Hari Kemudi Presiden Prabowo: Tinjauan Hukum, Ekonomi, dan Demokrasi Atas Pidato Kenegaraan 14 Agustus 2026
- Terancam Jadi Sandwich Generation, Mahasiswa Dibekali Literasi Keuangan Syariah
JPNN.com




