Tua dan Butuh Pijatan, Djokovic Tumbang, Final Ideal Tercipta di Wimbledon 2025

Tua dan Butuh Pijatan, Djokovic Tumbang, Final Ideal Tercipta di Wimbledon 2025
Gambaran lingkungan All England Club, saat Centre Court menggelar pertandingan Wimbledon 2025. Foto: Joe Toth/AELTC

Namun, Sinner terbangun dan kembali bermain normal demi menggapai impiannya semasa kecil, yakni bermain di final Wimbledon.

“Luar biasa. Saya masih tak bisa percaya. Saat kecil, saya menonton turnamen ini dari televisi dan tentu saja ingin bermain di final," kata Sinner, on court, kepada awak Wimbledon seusai laga.

"Mengalahkan dia (Djokovic) di sini, tentu juga sangat luar biasa, membanggakan," imbuhnya.

Sinner sudah ditunggu Alcaraz, yang ke final setelah mengalahkan Taylor Fritz di semifinal.

Alcaraz petahana. Juara dua kali beruntun dalam dua edisi terakhir Wimbledon.

"Saya tidak tahu apa yang akan terjadi di final. Semua tahu seperti apa dia (Alcaraz) di sini," tutur Sinner.

Sinner 23 tahun, peringkat satu dunia. Alcaraz 22 tahun, ranking dua dunia.

Sinner pemilik tiga grand slam (Australian Open 2024, US Open 2024, dan Australian Open 2025), sedangkan Alcaraz mengantongi lima gelar grand slam (US Open 2022, Wimbledon 2023, Roland Garros 2024, Wimbledon 2024, Roland Garros 2025).

Final ideal pun terjadi di nomor tunggal putra Wimbledon 2025. Jangan sampai ketinggalan. Minggu.

JPNN.com WhatsApp

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News