PON Bela Diri Kudus 2025
Tujuh dari Sepuluh Cabor Rampung, Sambo dan Pencak Silat Dikuasai Jateng
Di babak final, Kelvin menghadapi atlet Nusa Tenggara Timur, Donatus Fios. Berbekal kepercayaan diri dan penguasaan teknik yang solid, Kelvin mampu mengatasi tekanan dan menutup laga dengan kemenangan. Ia pun bertekad menjadi teladan bagi adik-adiknya, sembari menyampaikan terima kasih kepada pelatih yang telah membimbing dan menempanya hingga mencapai prestasi tersebut. "Lawan saya cukup bagus dan keras. Tapi di atas matras, semua kembali ke penguasaan teknik. Siapa yang lebih tenang, dia yang jadi pemenang," katanya.
DKI Jakarta keluar sebagai juara umum cabor shorinji kempo dengan raihan 11 medali (7 emas, 2 perak, 2 perunggu). Jawa Barat menyusul di posisi kedua dengan lima medali (3 emas dan 2 perak), disusul Maluku di peringkat ketiga dengan empat medali (3 emas dan 1 perunggu). Nusa Tenggara Timur menempati posisi keempat dengan torehan 12 medali (2 emas, 3 perak, dan 7 perunggu), sementara Kalimantan Timur melengkapi lima besar melalui koleksi 10 medali (2 emas, 3 perak, 5 perunggu).
Jateng Kuasai Sambo dan Pencak Silat
Jawa Tengah menegaskan dominasinya di cabor sambo dengan torehan lima medali emas, empat perak, dan tujuh perunggu, sekaligus menambah daftar panjang prestasi mereka pada PON Bela Diri 2025. Peringkat kedua pada cabor ini ditempati oleh Kalimantan Timur (4 emas, 3 perak, dan 7 perunggu), lalu DKI Jakarta di peringkat ketiga (4 emas, 1 perak, dan 3 perunggu). Target Jateng berhasil tercapai pada ajang multi-event ini, meski kehilangan peluang medali emas di kelas -88 kg putra.
Technical Delegate Sambo, Budi Setianto menilai, pelaksanaan pertandingan berjalan dengan baik dan lancar hingga hari terakhir. Ia memuji sinergi kuat antara panitia pelaksana, KONI, dan tim teknis dari berbagai cabang olahraga, yang menurutnya menjadi fondasi utama kesuksesan terselenggaranya ajang PON Bela Diri Kudus 2025. "Pertandingan berjalan dengan lancar. Mudah-mudahan ini bisa menjadi kalender tetap dan dipersiapkan lebih baik ke depannya," demikian Budi.
Selain sambo, cabor pencak silat juga menjadi lumbung medali bagi kontingen Jawa Tengah dengan perolehan setengah lusin keping emas serta satu perunggu. Manajer Tim Pencak Silat Jawa Tengah, Sigit Infantoro, mengakui bahwa capaian tersebut melampaui ekspektasi, mengingat masa persiapan yang relatif singkat sebelum beradu jurus pada PON Bela Diri Kudus 2025.
"Jadi memang masa persiapan semua kontingen hampir sama, waktunya yang pendek. Tapi memang secara hasil ini di luar target, karena target kita tiga medali emas. Alhamdulillah, kita bisa meraih enam medali emas dan satu medali perunggu," tutur Sigit.
Di final, Jateng sukses meloloskan enam wakilnya, yaitu Ni Gusti Rosia Pratiwi di nomor tanding C putri, Muhammad Faizal Ivanda (tanding F putra), Butsaina Okta Yusnita (jurus tunggal putri), Rizki Mieko Yunandriya (tanding B putra), Syufi Nafiza Kharin (tanding D putri), serta Kirana Tias Savira (tanding E putri). Keenam atlet itu tampil gemilang, sukses meraih emas, sekaligus menegaskan dominasi Jateng pada cabor pencak silat.
Ketua Umum KONI Pusat Letjen TNI (Purn) Marciano Norman kembali menyambangi dan meninjau pelaksanaan PON Bela Diri Kudus 2025 pada Selasa (21/10) siang.
- Polisi Tangkap Satu dari Dua Begal Bercelurit di Kudus
- HUT ke-477 Kudus, PT Djarum dan Polytron Realisasikan 164 Rumah Sederhana Layak Huni
- Audisi Umum PB Djarum 2026 Masuk Hari Kedua, Bakat Putri U-11 Dinilai Lebih Menjanjikan
- Orang Tua yang Buang Bayi di Kudus Diminta Menyerahkan Diri
- Tampil Berblangkon dan Bersarung Batik, Gus Nabil Bawa Kekuatan Tiga Juta Kader untuk PB IPSI
- Info Terbaru Pendaftaran CPNS 2026, Ada Formasi Guru dan Tenaga Teknis
JPNN.com




