Tujuh Kapolres Akui Ada Pemotongan Dana Pilkada

Tujuh Kapolres Akui Ada Pemotongan Dana Pilkada
Tujuh Kapolres Akui Ada Pemotongan Dana Pilkada
JAKARTA - Mantan Kabareskrim Komjen Pol Susno Duadji kembali menjalani persidangan. Kemarin (9/12), Jaksa Penuntut (JPU) menghadirkan tujuh mantan kapolres di wilayah Jawa Barat (Jabar) untuk memberikan kesaksian. Ketujuh saksi tersebut mengakui bahwa Polda Jabar yang dipimpin Susno memotong anggaran pengamanan pemilukada Jabar tahun 2008.

Ketujuh mantan kapolres yang kemarin bersaksi itu adalah mantan Kapolres Kuningan Kombes Rahmat Hidayat, mantan Kapolres Sukabumi Kombes Guntor Gaffar, mantan Kapolresta Banjar AKBP Tomex Kurniawan, mantan Kapolres Indramayu Syamsudi Janieb, mantan Kapolres Tasikmalaya Kombes Des Adityawarman, mantan Kombes Purwakarta Sufyan Syarif, dan mantan Kapolres Bogor Arif Ontowiryo.

Di depan majelis hakim, ketujuh mantan kapolres tersebut ramai-ramai menyebutkan bahwa dana pengamanan pilkada jabar 2008 memang "disunat" dengan kisaran yang berbeda-beda di setiap wilayah. Yakni antara Rp 60 juta hingga Rp 640 juta. "Jumlahnya tidak sama setiap polres," ucap Rahmat.

Satu persatu mereka menerangkan bahwa pemotongan dana tersebut dilakukan oleh Bidkeu Polda Jabar yang saat itu dipimpin oleh Kombes Pol  Abdurahman Pasha. Para mantan kapolres itu pun mengaku bahwa mengetahui pemotongan tersebut setelah mendapatkan laporan dari Bendahara Satuan Kerja (Bensatker) masing-masing.

JAKARTA - Mantan Kabareskrim Komjen Pol Susno Duadji kembali menjalani persidangan. Kemarin (9/12), Jaksa Penuntut (JPU) menghadirkan tujuh mantan

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News