Tulung Agung
Oleh Dahlan Iskan
jpnn.com - Ia jadi bupati karena bupati sebelumnya ditangkap KPK. Kini setelah jadi bupati, dirinya sendiri yang ditangkap KPK: Tulungangung, Jatim.
Maka Wakil Bupati Ahmad Baharudin kini dapat durian runtuh: menjabat bupati Tulungagung.
Sebenarnya sejak menjelang pilkada lalu Baharudin sudah mendapat rekomendasi dari partainya: untuk jadi calon bupati Tulungagung. Ia memang ketua Gerindra di kabupaten itu, tetapi merasa tidak mampu. Terutama soal pendanaan.
Baharudin memang pengusaha: konveksi pakaian. Akan tetapi usahanya tidak cukup besar untuk jadi sumber dana pilkada. Ia juga anggota DPRD Tulungagung dari Gerindra, tetapi masih merasa tidak mampu membiayai pilkada.
Akhirnya Gerindra mencabut rekomendasi untuk Baharudin. Lalu menunjuk nonkader sebagai calon bupati: Gatut Sunu. Ahmad Baharudin dijadikan calon wakilnya.
Gatut Sunu sendiri saat itu lagi limbung. Sebagai incumbent wakil bupati, ia ingin maju jadi nomor satu. Untuk itu Gatut ikut penjaringan calon bupati yang diadakan PDI Perjuangan.
Gatut lolos. Sebagai incumbent wabup, elektabilitasnya memang tinggi. Gatut pun sudah bisa tenang. Ia bisa ikut pilkada melawan bupatinya sendiri.
Di politik ketenangan itu langka. Tiba-tiba rekomendasi PDI Perjuangan diberikan kepada orang lain: Sumaryoto. Mungkin PDI Perjuangan lebih yakin ke incumbent bupati daripada incumbent wakil bupati.
JPNN.com




