Ubah Kemarau Jadi Harapan, Pertamina Dampingi Petani Boyolali Bangkit
jpnn.com, JAKARTA - Musim kemarau menjadi momentum yang paling dikhawatirkan oleh para petani di Desa Sobokerto, Boyolali, Jawa Tengah.
Keterbatasan air membuat sebagian besar lahan pertanian tidak dapat ditanami.
Akibatnya, hasil panen menurun dan pendapatan para petani ikut berkurang.
Hal itu yang dirasakan Khairul Huda, beserta para petani yang ada di desanya.
Dia harus berjuang mengelola lahan seluas sekitar empat hektare yang hanya bisa ditanami saat musim penghujan karena tidak memiliki akses irigasi.
“Saat musim kemarau kami hanya mampu menanami sekitar 20 persen lahan. Selama enam bulan berikutnya kami mengalami kerugian karena tidak bisa bercocok tanam,” kata Khairul.
Kegelisahan ini membuat Khairul bersama puluhan petani lainnya, berinisiatif membentuk sebuah kelompok tani bernama Ngudi Makmur.
Ini dilakukan sebagai salah satu upaya mengatasi segala tantangan yang ada.
Musim kemarau menjadi momentum yang paling dikhawatirkan oleh para petani di Desa Sobokerto, Boyolali, Jawa Tengah.
- Begini Cara Pertamina Kenalkan Transisi Energi Kepada Anak Muda di IdeaFest 2026
- IdeaFest 2026, Pertamina Dorong Generasi Muda Pahami Strategi Transisi Energi
- Pertamina Lubricants Bagi-bagi Cashback hingga Rp 40 Ribu, Ada Syaratnya
- Pilar Tani Pupuk Indonesia Memperkuat Penyaluran Pupuk Subsidi di Mojokerto
- Pupuk Indonesia Mendorong Penyaluran Pupuk Bersubsidi Tepat Sasaran di Takalar
- Harga Minyak Dunia Naik, Pertamax Tetap Aman, Pakar Bilang Begini
JPNN.com




