Ubah Kulit Jeruk Jadi Tablet Anti-DBD, SMA Unggulan Rushd Raih Medali Nasional
jpnn.com, SRAGEN - Sebuah prestasi membanggakan kembali ditorehkan oleh siswa-siswi SMA Unggulan Rushd, Sragen, Jawa Tengah.
Meski baru memasuki tahun ketiga operasional sekolahnya, siswa-siswi SMA Unggulan Rushd berhasil meraih prestasi di Olimpiade Penelitian Siswa Indonesia (OPSI).
Dua orang siswanya, yaitu Najmakayla Shafaa Ditia Raharjo (ketua tim) dan Arshallina Azka Rahmadi (anggota) memperoleh medali perunggu dalam OPSI tingkat nasional, yang digelar 19 November 2025 lalu.
Keduanya menyajikan hasil penelitian inovatif yang menyulap limbah rumah tangga menjadi solusi kesehatan lingkungan.
Dalam penelitiannya, Najmakayla dan Arshallina memanfaatkan limbah kulit jeruk manis (Citrus sinensis) dan kulit pisang tanduk (Musa paradisiaca) yang diolah menjadi tablet efervesen yang berfungsi sebagai biolarvasida alami.
Najmakayla menjelaskan produk inovasi mereka dirancang untuk menjawab masalah penyebaran demam berdarah dengue (DBD) yang masih menjadi ancaman serius.
"Biolarvasida merupakan zat dari ekstrak tumbuhan yang secara alami dapat membunuh larva nyamuk. Hasil penelitian ini menunjukkan tablet efervesen yang dilarutkan pada badan air tergenang area paling rentan berkembang biaknya jentik memiliki efektivitas tinggi dalam menekan populasi nyamuk Aedes aegypti," ungkap Najmakayla, Senin (24/11).
Inovasi ini dinilai sangat relevan dan praktis karena mengubah sampah menjadi produk bernilai guna yang berdampak langsung pada kesehatan masyarakat.
SMA Unggulan Rushd raih medali nasional di OPSI berkat hasil penelitian inovatif siswanya ubah kulit jeruk menjadi tablet anti-DBD
- Weda Bay Medical Center Perkuat Pencegahan DBD untuk Lindungi Kesehatan Pekerja
- BRIN Catat 10 Spesies Baru Anggrek Indonesia, Yang Ini Jenis Corybas calopeplos
- Setjen MPR & ULM Sepakati Kerja Sama di Bidang Pendidikan hingga Pengabdian Masyarakat
- 5 Siswa Angkatan Pertama SMA Unggulan Rushd Raih Beasiswa Garuda
- 33 Siswa SMA Rushd Ikuti Pertukaran Pelajar ke Malaysia
- Air Jernih Belum Tentu Aman, Penelitian Ungkap Risiko Besar bagi Anak
JPNN.com




