Ulama Solo Temui Kapolri

Ulama Solo Temui Kapolri
Ulama Solo Temui Kapolri
SOLO -- Penangkapan Ustad Abu Bakar Ba"asyir (ABB) terus mengganjal di benak tokoh dan ulama Islam di Solo. Begitu mendapat kabar penangkapan ABB, sejumlah tokoh muslim yang tergabung dalam Majelis Umat Islam Solo menggelar pertemuan di Pondok Al Islam di kawasan Gumuk, Purwonegaran, Kecamatan Banjarsari, Solo, kemarin siang (9/8).

Hasilnya, para tokoh itu menyatakan sikap bahwa penangkapan terhadap Ba"asyir tersebut merupakan sebuah skenario global pihak yang memusuhi umat muslim dalam usaha memberangus dakwah Islamiah para ulama. Ustad Mudzakir, koordinator para ulama tersebut mengatakan, tuduhan yang dialamatkan kepada Ba"asyir terkait terorisme tidak berdasar.

Mudzakir bersama para ulama Surakarta rencananya hari ini akan berangkat ke Mabes Polri untuk menanyakan dan beraudiensi dengan Kapolri. "Kalau memang bersalah maka kami tidak punya urusan dengan hukum. Karena ini tidak berdasar maka kami akan terus melakukan pembelaan," tegas Mudzakir. "Polisi harus bisa membuktikan kalau memang bersalah. Delapan tahun lalu ustad (Abu Bakar Ba"asyir) dituduh dalang teroris. Tapi dalam pengadilan akhirnya dinyatakan tidak bersalah. Namun seperti memaksakan sehingga sempat ditahan selama selama tahun. Sepertinya polisi mengulangi fakta-fakta terdahulu," ujar Mudzakir kepada Radar Solo (grup JPNN), kemarin.

Mudzakir menilai jika ustad Abu Bakar Ba"asyir sejak awal mengatakan kepada publik kalau dia tidak pernah menyuruh umat muslim menjadi teroris. Bahkan juga tidak pernah menyuruh umatnya untuk melakukan terorisme serta latihan perang di Aceh seperti yang dituduhkan Polri saat ini. Penangkapan yang dilakukan oleh Densus 88 Antiteror tersebut terlalu didramatisasi dengan memecahkan kaca mobil yang ditumpangi Ba"asyir.

SOLO -- Penangkapan Ustad Abu Bakar Ba"asyir (ABB) terus mengganjal di benak tokoh dan ulama Islam di Solo. Begitu mendapat kabar penangkapan ABB,

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News