Ultah ke-19, PHE Perkuat Ketahanan Energi Nasional Lewat Kinerja Hulu Migas yang Tangguh
Sejak 2022 hingga 2025, PHE memperoleh hingga sembilan wilayah kerja eksplorasi baru, termasuk tiga wilayah kerja yang diperoleh pada 2025, yaitu Binaiya (Maluku), Lavender (Sulawesi Tenggara), dan Bobara (Papua).
PHE juga berhasil menemukan potensi sumber daya kontingen (2C) sebesar 1.097,43 juta barel setara minyak (MMBOE), dengan kontribusi utama berasal dari temuan Migas Non Konvensional (MNK) di Wilayah Kerja Rokan sebesar 724,22 juta barel minyak (MMBO).
Transformasi teknologi juga terus dilakukan untuk meningkatkan produktivitas lapangan, di antaranya melalui implementasi multistage fracturing pertama di sumur horizontal Kotabatak, pengembangan North Duri Development Area 14 melalui injeksi steamflood, serta Chemical Enhanced Oil Recovery (CEOR) di Minas Area A.
Pada 2026, PHE akan terus memperkuat kinerja melalui berbagai program strategis untuk meningkatkan produksi dan cadangan migas.
Upaya tersebut difokuskan pada revitalisasi aset eksisting, pengembangan lapangan baru (greenfield), implementasi Enhanced Oil Recovery (EOR), eksplorasi migas konvensional maupun nonkonvensional, optimalisasi fiskal, serta pengembangan teknologi Carbon Capture and Storage/Carbon Capture, Utilization and Storage (CCS/CCUS).
Implementasi strategi tersebut diwujudkan melalui sejumlah proyek utama, antara lain pengembangan greenfield Lapangan Akasia Prima, Padang Pancuran, OO OX ONWJ, Sisi Nubi AOI, South Senoro, Manpatu, dan Masela; program rejuvenasi aset di area Benuang, Lima ONWJ, ABAB, Tanjung Miring Barat, Lembak Kemang Tapus, dan Salawati.
Kemudian penerapan multistage fracturing di Rokan; eksplorasi Laut Dalam (Deepwater) di Natuna Timur; pengembangan proyek CCS; serta optimalisasi implementasi kebijakan fiskal dan regulasi di sektor hulu migas.
PHE akan terus berinvestasi dalam pengelolaan operasi dan bisnis hulu migas sesuai prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG).
PHE selama 19 tahun perjalanan perusahaan terus bertransformasi menjadi perusahaan hulu migas yang tangguh, adaptif, dan berdaya saing global
- Trump Klaim AS Jadi Produsen Minyak Terbesar di Dunia
- Pertamina Hulu Energi Rampungkan Survei Seismik Offshore 6.000 Km di Samudra Hindia
- Legislator Nilai B50 Jadi Modal Indonesia Bangun Ekosistem Transisi Energi
- Trump Pastikan Peran Selat Hormuz akan Berkurang
- Optimalisasi Satgas Harus Efisien, Tidak Perlu ada Biaya Tambahan
- Polres Muba Sita 419.600 Liter Minyak dari Kasus Migas Ilegal, 22 Orang Jadi Tersangka
JPNN.com




