Ungkit Permasalahan Rempang, IAW Ingatkan Prabowo Tak Ulangi Kesalahan Rezim Jokowi
jpnn.com, JAKARTA - Sekretaris Pendiri Indonesian Audit Watch (IAW) Iskandar Sitorus menilai pembangunan Proyek Strategis Nasional (PSN) di Pulau Rempang dan Pulau Galang, Batam, Kepulauan Riau, sebagai kegagalan.
“Rempang bukan semata kegagalan proyek. Rempang adalah kegagalan urutan kebijakan,” kata Iskandar kepada awak media, Senin (6/7).
Dia mengatakan kegagalan pembangunan Rempang bisa dilihat dari kepastian hukum, partisipasi publik, transparansi, akuntabilitas, efektivitas kebijakan, pengendalian risiko, dampak sosial, hingga tingkat kepercayaan masyarakat.
Iskandar mengatakan kondisi tersebut menunjukkan lemahnya prinsip rule of law, karena investasi dijalankan ketika kepastian hukum pertanahan, hak masyarakat, tata ruang, dan status lahan masih diperdebatkan.
Selain itu, dia menyoroti minimnya pelibatan masyarakat terdampak dalam proses pengambilan kebijakan.
Menurutnya, warga tidak cukup hanya diberikan sosialisasi, tetapi harus memperoleh informasi yang utuh, ruang menyampaikan keberatan, serta perlindungan hak secara nyata.
Iskandar di sisi lain menyoroti transparansi pemerintah yang tak memadai, karena publik lebih banyak disuguhi angka investasi.
Dia menganggap publjk tak disuguhi penjelasan mengenai dokumen dasar proyek, peta lahan, kerja sama investasi, AMDAL, hingga skema kompensasi.
Sekretaris Pendiri IAW Iskandar Sitorus mengingatkan pemerintahan Prabowo tidak ulang pola pembangunan yang bicara optimisme investasi.
- Prabowo Izinkan Kewarganegaraan Ganda, PSI: Diaspora Makin Leluasa Berkontribusi
- Ekonom Sebut IKN Tidak Perlu Lagi Jadi Program Prioritas Nasional
- PSI Dukung Program Cek Kesehatan Gratis Prabowo, Dorong Penguatan
- Gus Lilur Minta Presiden Prabowo Pastikan Namanya Tak Dipakai untuk Intervensi Muktamar NU
- Pakar Optimistis Target Lifting 610 Barel Per Hari Bisa Dijalankan dengan Baik
- Dominasi Suasana
JPNN.com




