Untung Hoki
Oleh Dahlan Iskan
jpnn.com - Tidak hanya "perusuh" Disway yang menyangka ia bukanlah seorang Tionghoa. Pun saya. Bahkan orang di Shanghai sana. Apalagi kalau ia bercerita soal sekolahnya: SMA Taruna Nusantara. Atau kuliah lanjutannya: Institut Teknologi Bandung. Pun kesehariannya dulu: aktivis mahasiswa.
Renard Widarto sendiri sudah tidak merasa suku apa pun kecuali suku Indonesia. Ia tidak bisa bahasa Mandarin. Matanya tidak sipit. Bahasa Jawanya kental. Kulitnya sudah dekat ke cokelat.
Renard Widarto dan istrinya berfoto di tepi lapangan Stadion Dallas menjelang pertandingan Argentina di Piala Dunia 2026.--
Ciri-ciri orang Tionghoa yang saya kenal kebanyakan tidak seperti Renard. Sejak muda ciri Renard sudah seperti itu. Jadi, sejak mengenalnya sebagai mahasiswa ITB sampai Renard sudah menjadi doktor, anggapan saya ia itu orang Jawa Semarang. Apalagi lahir, SD, dan SMP di Semarang. Setelah lulus ITB (teknik sipil) pun pulangnya ke Semarang: melanjutkan S-2 dan S-3 (ekonomi) di Universitas Diponegoro.
Lalu perusahaan kontraktornya juga dimulai dari Semarang meski sekarang sudah merambah Jakarta.
Hanya hokinya yang sangat Tionghoa. Ia merasa perjalanan hidupnya penuh dengan keberuntungan. Pun ketika mendapatkan tiket lungsuran seharga USD6.000 (dua lembar berarti USD12.000) untuk nonton Piala Dunia bersama istrinya. Itu, menurut saya, bukan lagi keberuntungan biasa, tapi keberuntungan di atas hoki.
"Keberuntungan di atas hoki" adalah kebahagiaan ganda.
Hoki pertama: secara kebetulan Renard menemukan dari daerah mana leluhurnya.
Renard Widarto sendiri sudah tidak merasa suku apa pun kecuali suku Indonesia. Ia tidak bisa bahasa Mandarin. Matanya tidak sipit. Bahasa Jawanya kental.
- Bawah Bantal
- Justin Bieber Dipastikan Tampil di Halftime Show Final Piala Dunia 2026
- Jorge Jesus Ungkap Nasib Ronaldo, Masih Dipanggil atau Dicoret dari Timnas Portugal
- Piala Dunia 2026: Kemenangan atas Belgia Begitu Berarti bagi Spanyol, Ini Alasannya!
- Portugal Resmi Tunjuk Jorge Jesus, FPF Pasang Target Besar hingga Piala Dunia 2030
- Piala Dunia 2026: Belgia Gugur, Thibaut Courtois Berdiri di Samping Senne Lammens
JPNN.com




