Urban Slow Observation Membaca Pelecehan Verbal Barista Perempuan dari Perspektif Ketenagakerjaan
jpnn.com, JAKARTA - Malang Offboundary Labs bersama Ruang Bertumbuh melalui program Ngalam Punya Cerita menggelar diskusi untuk membaca kembali temuan observasi mengenai fenomena pelecehan verbal yang dialami barista perempuan di sejumlah ruang kedai kopi di Kota Malang.
Pengamatan ini adalah salah satu segmen Ruang Bertumbuh mengenai rekaman kehidupan Kota Malang dengan pendekatan Urban Slow Observation.
Temuan tersebut tidak diposisikan sebagai penelitian dengan metodologi survei atau pendekatan kuantitatif, melainkan sebagai catatan observasi terhadap fenomena keseharian yang kemudian dibaca melalui sejumlah perspektif.
Diskusi menghadirkan Dewi Arum Nawang Wungu dari Ruang Bertumbuh, sejarawan FX Domini BB Hera, serta budayawan Aji Prasetyo.
Pembacaan diskusi diarahkan oleh Pras selaku Moderator diskusi pada satu pertanyaan yang lebih luas: ketika sebuah kedai kopi menjadi ruang publik dan tempat kerja sekaligus, bagaimana seharusnya kita memahami relasi antara pekerja, pelanggan, gender, dan budaya nongkrong?
Dari perspektif ketenagakerjaan, pelecehan verbal tidak hanya dipandang sebagai persoalan perilaku individu, tetapi juga sebagai bagian dari kebutuhan untuk membangun ruang kerja yang aman dan bermartabat, terutama pada sektor usaha mikro dan informal yang kerap memiliki mekanisme perlindungan pekerja yang lebih terbatas.
Persoalan tersebut memiliki konteks yang lebih luas. Data International Labour Organization (ILO) dalam survei kekerasan dan pelecehan di dunia kerja di Indonesia menunjukkan bahwa 70,93 persen responden pernah mengalami atau menjadi korban kekerasan dan pelecehan di tempat kerja.
Sementara itu, data BPS menunjukkan jumlah pekerja informal Indonesia mencapai 87,74 juta orang pada Februari 2026.
Malang Offboundary Labs bersama Ruang Bertumbuh menggelar diskusi soal fenomena pelecehan verbal yang dialami barista perempuan di sejumlah ruang kedai kopi.
- Menaker Yassierli: Data Sakernas Penting untuk Kebijakan Ketenagakerjaan Tepat Sasaran
- Hilang Sejak 5 September, 2 Perempuan Asal Jateng Ditemukan di Kabupaten Bandung
- Upaya Pelindo Melibatkan Perempuan dalam TJSL Tuai Apresiasi
- Muktamar NU, Fatayat Serukan Gerakan Bersama Ini
- Gapki Jamin Perlindungan Hak Gender dan Upah Layak Buruh Perempuan Sawit
- Puji Keberhasilan Shifa Damayanti, Zita Anjani: Bukti Perempuan Punya Ruang Bereksplorasi
JPNN.com




