Usaha YouTube Memberantas Konten Deepfake di Platform
jpnn.com, JAKARTA - YouTube tampaknya makin serius menghadapi maraknya konten deepfake di platform miliknya.
Dalam beberapa pekan ke depan, platform berbagi video milik YouTube itu bakal membuka akses alat pendeteksi wajah berbasis AI, untuk semua kreator berusia 18 tahun ke atas.
Lewat fitur tersebut, kreator bisa mengetahui apakah wajah mereka digunakan tanpa izin dalam video buatan AI yang beredar di YouTube.
Langkah itu dinilai menjadi upaya baru YouTube untuk memberi rasa aman di tengah makin sulitnya membedakan video asli dan hasil rekayasa AI.
Dalam pengumuman di laman komunitasnya, YouTube menyebut fitur itu dibuat agar kreator lebih tenang dan bisa memastikan identitas mereka tidak disalahgunakan di platform.
Alat tersebut juga mempermudah pengguna mengajukan permintaan penghapusan video, yang dianggap memakai kemiripan wajah mereka secara tidak sah.
Juru bicara YouTube, Jack Malon, mengatakan perlindungan kini diperluas untuk semua kreator, bukan hanya akun besar atau yang sudah lama aktif.
“Baik kreator yang sudah mengunggah video selama satu dekade maupun yang baru memulai, semuanya akan mendapat tingkat perlindungan yang sama,” ujar Jack.
YouTube bakal membuka akses alat pendeteksi wajah berbasis AI, untuk semua kreator berusia 18 tahun ke atas.
- YouTube Makin Selektif dengan Video AI
- Industri Kreator Digital Menjamur, Hitztar Talent Buka Peluang Bagi Generasi Muda Berkembang
- YouTube Menguji Coba 2 Fitur Baru, Pelanggan Premium yang Pertama
- 2 Platform Digital Ini Belum Patuhi Batas Usia 16 Tahun, Menkomdigi Berkomentar Tegas
- 2 Platform Medsos Ini Patuhi Aturan PP Tunas yang Berlaku Efektif 28 Maret 2026
- TVRI Pertimbangkan Akan Tayangkan Laga Piala Dunia 2026 di Kanal YouTube Miliknya
JPNN.com




