USD Sentuh Rp 18.107, Analis: Perekonomian Indonesia Memasuki Fase Krisis Ekonomi
jpnn.com, JAKARTA - Pengamat mata uang dan komoditas Ibrahim Assuaibi mengatakan pelemahan rupiah pada Senin pagi (8/6) cukup mengkhawatirkan.
Seperti diketahui, nilai tukar rupiah pada Senin pagi bergerak melemah 71 poin atau 0,39 persen menjadi Rp 18.107 per USD dibandingkan penutupan sebelumnya di level Rp 18.036 per USD.
“Ada kemungkinan besar rupiah kalau dari kondisi saat ini Rp 19 ribu di akhir bulan ini dan IHSG akan menuju level terkritis akhir Juni 4.000,” ujar Ibrahim, Senin.
Dia memaparkan pembukaan pasar hari ini masih dipengaruhi oleh geopolitik Timur Tengah dan kebijakan bank sentral Amerika Serikat The Fed.
“AS menyerang wilayah Iran dan Iran menyerang sekutu timur tengah Kuwait dan Lebanon terjadi kembali. Ini akan membuat ketegangan di Selat Hormuz makin memanas,” jelas Ibrahim.
Selain itu, harga minyak dunia juga naik, kebijakan dari bank sentral di amerika juga mengalami kenaikan signifikan.
“Ini membuat kemungkinan besar akan mempertahankan suku bunga tinggi dlam kuartal ke-4. Artinya kebijakan suku bunga rendah tidak akan terjadi,” jelas Ibrahim.
Di sisi lain, Presiden AS Donald Trump juga tidak akan mengintervensi kebijakan bank sentral, karea inflasi global yang tinggi membuat ak sentral menaikan suku bunga atau mempertahankan suku bunga
nilai tukar rupiah pada Senin pagi bergerak melemah 71 poin atau 0,39 persen menjadi Rp 18.107 per dolar AS dibandingkan penutupan sebelumnya di level Rp 18.036
- Kekhawatiran Investor Mereda, Kurs Rupiah Moncer
- Sulit Naik, Rupiah Hari Ini Bisa Melorot Lagi
- Melemah Lagi, Rupiah Terdampak Kebijakan Suku Bunga The Fed
- Nilai Tukar Rupiah Hari Ini Lemas, IHSG Dibuka Menguat
- Dolar Melambung, Investasi Emas Jadi Primadona
- Kinerja Dunia Usaha Positif, Rupiah Makin Perkasa di Hadapan USD
JPNN.com




