USD Sudah Menyentuh Rp 17.724, tetapi Rupiah Diyakini Mampu Menguat
jpnn.com, JAKARTA - Nilai tukar rupiah pada Selasa siang kembali bergerak melemah ke posisi Rp 17.724,00 per USD.
Namun, analis mata uang Doo Financial Futures Lukman Leong menyatakan rupiah berpotensi menguat seiring Presiden AS Donald Trump menunda serangan ke Iran.
“Rupiah berpotensi menguat terhadap dolar AS di tengah meredanya kekhawatiran pasar setelah Trump menunda serangan ke Iran,” ucap Lukman di Jakarta, Selasa.
Mengutip Anadolu, Trump memutuskan untuk menunda serangan terhadap Iran karena beberapa negara di kawasan tersebut memberitahu bahwa mereka yakin kesepakatan untuk mengakhiri perang sepenuhnya hampir tercapai.
Trump mengatakan dirinya diminta oleh para pemimpin Arab Saudi, Qatar, Uni Emirat Arab (UEA), dan negara-negara lain yang tak disebutkan namanya untuk menunda serangan karena mereka berpikir hampir mencapai kesepakatan gencatan senjata dengan Iran.
“Walau demikian, penguatan mungkin terbatas mengingat sentimen domestik yang masih lemah serta antisipasi investor pada RDG BI (Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia) yang diperkirakan akan menaikkan suku bunga,” ungkap Lukman.
Menurut dia, salah satu penyebab potensi BI memutuskan kenaikan suku bunga ialah meningkatnya imbal hasil obligasi AS.
“Kenaikan ini diharapkan bisa membuat rupiah kembali menarik,” kata dia.
Nilai tukar rupiah pada Selasa siang kembali bergerak melemah ke posisi Rp 17.724,00 per USD.
- Ekonom: Kenaikan Pertamax Murni Mengikuti Harga Pasar
- Rupiah Jaya di Hadapan Dolar, Sore Ini USD Bertengger di Rp 17.860
- Rupiah Anjlok, Industri Penyeberangan Terancam Kolaps
- Strategi BI Bikin Rupiah Menguat Kembali dan Duit Asing Masuk Lagi
- Kabar Baik Seusai BI-Rate Naik Menjadi 5,5%, Alhamdulillah
- Lemas Lagi, Rupiah Melorot 45 Poin, USD Jadi Rp 17.989
JPNN.com




