Usut Kasus Temuan Senpi di Sekolah, Polisi Temukan Dokumen Impor
jpnn.com, JAKARTA - Polda Metro Jaya menemukan dokumen impor saat mengusut temuan ratusan senjata api (senpi) yang ditemukan di ruangan ketua yayasan sekolah swasta, Pondok Pinang, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan (Jaksel).
"Surat impor RSI 5483/12/2008, ini ada impor terkait tentang softgun atau pun senapan angin," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto kepada wartawan, Jumat (7/8).
Polisi sebelumnya mengungkap pemilik senpi di sekolah swasta dimiliki oleh DS yang diketahui telah meninggal dunia pada 2020.
Adapun, DS memiliki empat pucuk senpi kaliber 4,5 mm, 215 pucuk pistol angin kaliber 4,5 mm, 776 pucuk revolver angin kaliber 4,5 mm.
DS juga diketahui memiliki satu pucuk senpi jenis merek Franchi SPA dan SPAS-15 kaliber 12 GA pabrikan Italia.
Menurut Budi, seharusnya pihak importir senpi bisa memberitahukan ke kepolisian ketika mendatangkan barang, termasuk lokasi penyimpanan.
"Jadi, importir, para importir ini harus wajib memberitahukan dokumen impor termasuk tempat penyimpanan," kata dia.
Budi mengatakan izin impor bakal dicabut ketika ditemukan tak ada laporan terhadap penyimpanan senpi setelah didatangkan dari luar negeri.
Pihak importir senpi seharusnya memberitahukan ke kepolisian ketika mendatangkan barang, termasuk lokasi penyimpanan.
- Koops TNI Habema Amankan Senjata yang Diduga Milik OPM
- Bareskrim Olah TKP Sekolah Swasta Simpan Senjata, Ini Hasilnya
- Heboh Temuan 995 Senpi di Sekolah Swasta Jaksel, Polisi Ogah Dibilang Lamban
- Temuan 995 Senjata Api di Sekolah Swasta Jaksel, Sahroni: Jangan Sampai Ada Jaringan Besar
- Pemilik 995 Senjata Api di Sekolah Sudah Meninggal Dunia Tahun 2020
- Jenderal Purnawirawan TNI Minta Polisi Usut Tuntas Temuan Senpi & Narkoba di Sekolah
JPNN.com




