UT Pacu Lahirnya Profesor Baru, Targetkan Tambahan 5 Guru Besar Setiap Tahun

UT Pacu Lahirnya Profesor Baru, Targetkan Tambahan 5 Guru Besar Setiap Tahun
Universitas Terbuka atau UT pacu lahirnya profesor baru, targetkan tambahan lima guru besar setiap tahun. Foto: Humas UT

UT juga memperkuat kelembagaan bidang sumber daya manusia agar dapat mengambil langkah yang lebih cepat dan strategis dalam mendukung karier dosen.

Selain itu, Senat Akademik UT didorong untuk menerbitkan regulasi yang mempercepat proses pengusulan guru besar. Setiap berkas pengusulan ditargetkan dapat segera diperiksa sehingga dosen memperoleh kepastian apakah pengajuannya dapat dilanjutkan atau masih harus diperbaiki.

“Setiap pengusulan guru besar yang masuk, tidak sampai satu minggu sudah dilaporkan dan dihasilkan keputusan. Jadi jelas, go atau no go,” tutur Ali.

Proses pengajuan, penilaian, dan evaluasi juga telah dilakukan melalui sistem digital. Digitalisasi tersebut diterapkan dalam pengusulan penelitian, program pengabdian kepada masyarakat, serta penilaian karya ilmiah untuk meningkatkan kecepatan, transparansi, dan objektivitas proses.

UT juga mendorong dosen-dosen muda untuk melanjutkan pendidikan doktoral, terutama di perguruan tinggi negeri.

Dosen yang belum memperoleh beasiswa seperti LPDP setelah beberapa kali mencoba dapat memperoleh dukungan pembiayaan dari anggaran internal universitas.

“Kami pacu dosen-dosen yang masih muda untuk sekolah. Kalau tiga kali mencoba beasiswa belum memperoleh, kami dukung menggunakan anggaran sendiri,” katanya.

Di bidang penelitian, UT meluncurkan kelompok riset profesor yang akan menjadi lokomotif pengembangan riset universitas. Para profesor ditugaskan memimpin kelompok riset dan mengarahkan penelitian agar tidak berhenti pada publikasi di jurnal internasional bereputasi, tetapi berlanjut hingga tahap hilirisasi dan dimanfaatkan masyarakat.

Universitas Terbuka atau UT pacu lahirnya profesor baru, targetkan tambahan lima guru besar setiap tahun

JPNN.com WhatsApp

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News