Utang Tuhan
Oleh Dahlan Iskan
"Kita kan, sunni," ujar Al Makin. "Iran kan, syi'ah," katanya.
Di negara-negara Islam yang alirannya sunni, ilmu filsafat berhenti. Tidak ada lagi filsafat. Yakni sejak Imam Al Ghazali menerbitkan buku Ihya Ulumuddin. Itulah kitab yang paling diunggulkan di kalangan sunni.
Di bukunya itu Al Makin berani menyebut bahwa Imam Ghazali bukanlah filsuf. Padahal di semua lembaga pendidikan Islam di Indonesia mengajarkan Al Ghazali adalah filsuf besar. Terbesar yang lahir dari dunia Islam.
"Imam Al Ghazali itu teolog. Bukan filsuf," ujar Al Makin.
Apa bedanya?
"Di filsafat semua hal harus dipertanyakan. Di teologi yang ada adalah doktrin. Kalau sudah menyangkut doktrin justru tidak boleh dipertanyakan. Kitabnya Al Ghazali isinya kan, doktrin".
Setelah tidak jadi rektor Al Makin kembali menjadi peneliti. Darah dagingnya di penelitian. Sumsum tulang belakangnya juga berisi penelitian.
Anda sudah tahu: penelitiannya yang populer adalah tentang nabi-nabi. Hasilnya: di Indonesia ini ia temukan ada 600 nabi. Tiga di antaranya di Medan --termasuk Sisimangaraja. Tentu belum termasuk nabi terbaru di Medan: Nabi Muhammad --tanpa SAW.
Iran itu bapaknya tauhid --tuhan itu esa. Yakni ketika negeri itu masih bernama Zoroaster. Dengan maharajanya yang Anda sudah tahu: Zaratustra.
- Akhirnya Menyerah, Iran Berjanji Tak Tarik Tarif di Selat Hormuz
- Iran Bantah Klaim Trump, Sebut Kesepakatan Damai dengan AS Masih Dikaji
- Donald Trump Klaim Kesepakatan Damai AS-Iran Diteken Hari Ini, Selat Hormuz segera Dibuka
- UEA Pastikan Tidak Ada Dana Rp 53 T untuk Republik Islam Iran
- Sel Janin
- Dahlan Iskan Soroti Langkah Berani Bupati Siak Afni Tagih Utang ke Presiden
JPNN.com




