Versi Hasto, Kekerasan Atas Nama Negara Akibat Sejarah dan Pancasila yang Dilupakan
jpnn.com, JAKARTA - Sekretaris Jenderal DPP PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto menyebut berbagai peristiwa kekerasan atas nama negara yang kerap terjadi akibat dilupakannya sejarah.
Termasuk, kata Hasto, kekerasan bisa terjadi ketika elemen bangsa melupakan makna Pancasila yang memuat spirit pembebasan.
Hal demikian disampaikannya saat berpidato dalam peringatan 30 Tahun Kudatuli di kantor partainya, Jakarta, Minggu (26/7).
"Mengapa berbagai peristiwa kekerasan atas nama negara terjadi? Sebab, kita sering kali melupakan sejarah yang benar. Kita melupakan makna Pancasila dalam narasi spirit pembebasan yang digali Bung Karno dari penderitaan rakyat Marhaen," ujar Hasto, Minggu (26/7).
Dia menuturkan Kepala Situation Room DPP PDIP M. Prananda Prabowo saat ini berupaya membumikan Pancasila dan mengingat kembali sejarah.
Prananda, kata Hasto, membuat lagu khusus saat Rakernas PDIP pada Januari 2026 dengan narasi pembebasan.
"Oleh karena itulah, sebagai bagian dari penemuan kembali kesadaran ideologis tersebut, di dalam Rakernas yang lalu pada 10 Januari 2026, Mas Prananda Prabowo, Kepala Situation Room, menginisiasi agar kita bisa memahami Pancasila dengan narasi pembebasan bagi rakyat Marhaen," ungkapnya.
Menurut dia, Prananda pada 10 Januari mengenalkan lagu Bung Karno Bapak Marhaenis sebagai upaya membumikan Pancasila dan mengingat kembali sejarah.
Sekjen DPP PDIP Hasto Kristiyanto menyebut dampak dari sikap tunduk oleh intimidasi penguasa membuat iklim politik terpuruk.
- Ketua DPD RI Dorong Koridor Ekonomi Sumatera dan Percepatan Rehab-Rekon Banjir
- Prabowo Bisa Diadang 4 Poros di Pilpres 2029, Ada Solo hingga Cikeas
- Polda Metro Jaya Pantau Harga Masker, Penimbun Diancam Denda Rp50 Miliar
- Jenazah Korban Penembakan KKB di Muliama Diterbangkan ke Kupang
- KPK Periksa ASN Kementerian Imipas di Kasus Pemerasan Izin Tinggal WNA
- Ucap Pidato Soal Kekuasaan, AHY Dianggap Punya Modal Maju 2029
JPNN.com




